World Day of Social Communication | SPECIAL EDITION (lagi)

tadinya hanyalah iseng; pumpung masih punya energi dan semangat berbagi :D hehe ~ untuk menerbitkan (edisi khusus sekali lagi) dalam rangka peringatan ke 43 hari Komunikasi Sosial sedunia. Sumbangsih saya untuk rekan-rekan pemerhati komunikasi sosial dalam bentuk epaper. Tapi kok akhirnya malah tenggelam dalam jejak artikel para pakar dan pemerhati Komunikasi Vatikan yang sungguh sangat concern tentang ini. Jadinya tetep keluar 13 halaman deh .. :( hehe
Rasanya tidak berlebihan jika kita berhenti sejenak untuk membaca ini, terkhusus kepada kita untuk memahami bagaimana gereja mensikapi dan memberi ruang bahkan ikut terlibat dalam dunia modern komunikasi.

Selamat membaca, dan beri saya jeda untuk instropeksi dengan memberi catatan untuk edisi e-paper ini. Semoga berguna dan berkah dalem bagi kita semua;

Open publication - Free publishing - More via-veritas

untuk download dalam bentuk pdf silakan click disini!

PESAN UNTUK AKHIR BULAN RAMADAN Idul Fitri 1429 H./ 2008 AD

Photobucket

DEWAN KEPAUSAN UNTUK DIALOG ANTAR AGAMA
Kristen dan Muslim: Bersama untuk Martabat Keluarga

PESAN UNTUK AKHIR BULAN RAMADAN
Idul Fitri 1429 H./ 2008 AD

Kota Vatikan

Saudara-saudari Umat Muslim,

1. Dengan semakin mendekatnya akhir bulan Ramadan, dan mengikuti tradisi yang kini sudah sangat mapan, dengan senang hati saya menyampaikan ucapan selamat dari Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama. Selama bulan ini orang-orang Kristen yang akrab dengan Anda telah turut mengambil bagian dalam pengheningan refleksi Anda dan dalam perayaan-perayaan keluarga Anda. Dialog dan persahabatan semakin diperkokoh. Puji Tuhan!

2. Sebagaimana yang terjadi di masa lampau, perjumpaan persaudaraan ini juga memberi kita suatu kesempatan untuk mengadakan refleksi bersama tentang pokok pembicaraan timbal-balik yang akan semakin memperkaya hubungan kita satu sama lain dan semakin membantu meningkatkan saling pengenalan kita, baik menyangkut nilai-nilai yang dapat kita nikmati bersama, maupun menyangkut perbedaan-perbedaan di antara kita. Tahun ini kami ingin mengangkat ikhwal Keluarga.

3. Satu dari dokumen-dokumen Konsili Vatikan Kedua, yakni Gaudium et Spes, yang mengupas perihal keberadaan Gereja di dunia modern, menegaskan: “Keselamatan pribadi maupun masyarakat manusiawi dan Kristiani erat berhubungan dengan kesejahteraan rukun perkawinan dan keluarga. Maka umat Kristiani, bersama siapa saja yang menjunjung tinggi rukun hidup itu, dengan tulus hati bergembira tentang pelbagai upaya, yang sekarang ini membantu orang-orang untuk makin mengembangkan rukun cinta-kasih itu dan menghayatinya secara nyata, dan menolong para suami-isteri serta orangtua dalam menjalankan tugas mereka yang luhur. Lagi pula mereka memang mengharapkan manfaat yang lebih besar lagi dari padanya, dan berusaha untuk meningkatkannya” (no. 47).

4. Penegasan itu mengingatkan kita dengan tepat sekali, bahwa perkembangan setiap pribadi manusia dan masyarakat, sebagian besar bergantung pada sehatnya keluarga. Berapa banyak orang yang harus memikul, kadang-kadang bahkan untuk seumur hidupnya, beban berat dari luka-luka batin yang diakibatkan oleh latarbelakang keluarganya yang bermasalah atau yang penuh gejolak? Berapa banyak lelaki dan perempuan yang sekarang berada dalam jurang penderitaan karena narkoba dan kekerasan, sedang berusaha dengan sia-sia untuk sampai pada pemulihan dirinya karena trauma yang diderita pada masa kecilnya? Umat Kristiani dan Umat Muslim dapat dan harus bekerjasama untuk menjamin martabat keluarga-keluarga, baik di masa sekarang ini maupun di masa-masa yang akan datang,.

5. Umat Kristiani dan Umat Muslim sama-sama menjunjung tinggi martabat keluarga-keluarga. Kita juga telah mendapat banyak kesempatan, baik di tingkat lokal maupun internasional, untuk menjalin kerjasama di bidang ini. Keluarga, di mana ada cinta dan kehidupan, di masa saling menghormati dan keramah-tamahan dijumpai dan dan diserahalihkan sebagai harta warisan, adalah sungguh-sungguh “sel dasar dari masyarakat”.

6. Umat Kristiani dan Umat Muslim hendaknya tidak pernah boleh ragu-ragu, bukan hanya dalam hal mengulurkan tangan membantu keluarga-keluaraga yang berada dalam kesulitan, tetapi juga bekerjasama dengan siapa saja yang mempunyai keprihatinan untuk mendukung stabilitas kedudukan keluarga sebagai sebuah lembaga dan tempat diembannya tanggungjawab orangtua, khususnya di bidang pendidikan. Kiranya hanya satu saja yang ingin saya garisbawahi untuk Anda: Keluarga adalah sekolah pertama di mana seorang belajar untuk menghormati yang lain, dengan memperhatikan sepenuhnya identitas dan perbedaan antara yang satu dengan yang lain. Kiranya hal itu hanya akan membawa keuntungan bagi dialog antaragama dan penghayatan kewarganegaraan kita.

7. Sahabat-sahabat yang terkasih, menjelang berakhirnya ibadat puasa Anda, saya berharap, bahwa Anda, bersama dengan keluarga Anda dan mereka semua yang karib dengan Anda, dengan mendapatkan pemurnian dan pembaharuan dari melaksanakan ibadat yang sangat dijunjung tinggi dalam agama Anda ini, sungguh akan menikmati kecerahan dan kesejahteraan dalam hidup Anda! Semoga Allah subhanahu wa taala memenuhi Anda dengan kerahiman dan kedamaian-Nya.

Jean-Louis Kardinal Tauran / Ketua
Uskup Agung Pier Luigi Celata / Sekretaris

PONTIFICAL COUNCIL FOR INTERRELIGIOUS DIALOGUE
00120 Vatican City
Phone: 0039 06 698 84 321
Fax: 0039 06 698 844 94
E-mail: dialogo@interrel.va

dijual sibori world youth day ‘08

iseng iseng saya kunjungi ebay hari ini, setelah beberapa minggu terakhir jualan saya tidak laku :( dan kali ini ada yang aneh dengan pencarian "world youth day" karena saya nemu power seller (ini julukan kepada ebayer yang oleh ebay dianggap memiliki berapa kriteria sebagai penjual terbaik) menjual barang barang yang menurut saya sedikit aneh untuk dijual tapi ternyata memiliki nilai tinggi.
Kenapa aneh? coba check disini

Photobucket

betul, salah satunya yang dijual adalah Sibori ex World Youth Day. Masih 2 hari lagi ending start from today, jadi kalo ada rekan yang mau nge-bid silakan log :) lumayan kenang kenangan dahsyat dari World Youth Day karena tidak dijual bebas dan menurut yang jual this is the only one. satu satunya.
O ya dan dari sellernya juga memberikan bonus 500 hosti (isinya) jika andalah pemenang bidding ini. so have a nice bid ya ...

Yang tersisa dari World Youth Day’08

Photobucket

Sudah menjadi kebiasaan untuk Sydney bahwa setelah berakhirnya sebuah acara akan ada sebuah poll jajak pendapat tentang kegiatan tersebut. Survey biasanya dilakukan oleh lembaga independen yang bertujuan untuk membangun city of Sydney menjadi City of Celebration (yel yel terbaru dari kota Sydney) sekaligus evaluasi pelaksanaan kegiatan dimasa mendatang. Polling dilakukan oleh masyarakat Sydney secara keseluruhan. Dalam hal ini meskipun pelaksanaan World Youth Day merupakan 'milik' kaum Katolik namun perlu digarisbawahi juga bahwa City of Sydney bukanlah City of Catholic sehingga keterlibatan kaum non-Katolik dalam hal inipun juga perlu dilihat.
Dan kesimpulan hasil jajak pendapat yang dilakukan oleh Galaxy Research tentang World Youth Day menunjukkan bahwa Sydney jatuh cinta pada World Youth Day.

Polling dilakukan kepada 500 warga Sydney dan berikut adalah hasilnya;
- Menurut anda, apakah WYD adalah sesuatu yang baik atau jelek utuk Sydney?
Sesuatu yang baik 71%
Sesuatu yang jelek 12%
Tidak menjawab 17%
- Dibandingkan dengan gambaran anda sebelum pelaksanaan WYD , bagaimana anda menjelaskan ketidaknyamanan dengan menbanyak pilgrim yang datang?
Tidak seburuk yang dikira 54%
Seperti yang diperkirakan 34%
Lebih buruk dari yang diperkirakan 12%
- Menurut anda, panitia WYD apakah melakukan pekerjaan dengan bagus atau jelek?
Bekerja Bagus 78%
Bekerja Jelek 9%
Tidak menjawab 13%
- Apakah anda setuju bahwa adalah sangat bagus melhat banyak anak muda bergembira tanpa menciptakan keributan?
Setuju 81%
Tidak Setuju 6%
Tidakmenjawab 13%
- Apakah Anda setuju Sydney mengajukan diri lagi untuk menjadi host WYD dimasa mendatang?
Setuju 51%
Tidak setuju 26%
Tidak menjawab 23%
Detail polling ini bisa dilihat di http://www.news.com.au/dailytelegraph/story/0,,24066422-5001021,00.html

Tahukah anda berapa harga Tas Pilgrim dijual sesudah WYD?

Photobucket

Iseng iseng saya coba ketikkan World Youth Day di ebay dan hasilnya sungguh mencengangkan. Karena harga tas backpack Pilgrim (new, berikut accessories didalamnya) mencapai lebih dari $142!! :D entah apa motifnya ya, tapi banyak juga ternyata dari rekan rekan kita yang tidak mendapat back pack (atau tidak ikut WYD) ini ingin memilikinya. Mungkin semacam memorabilia buat mereka.

Photobucket

Tertarik dengan official Sling tas volunteer saya coba nge-bid. Orang pertama jadinya cuman kena $0.99 tapi malam ini pulang kerja saya lihat angkanya sudah jauh sekali, sudah mencapai $26 (padahal listingnya baru berakhir 5d 23h 16m (5 hari lagi, 23 jam dan 16 menit berikutnya) hahaha .. jadi ya nggak usahlah diterusin karena jatuhnya pasti diatas $50an.
Sedikit kecewa juga kemaren tidak jadi apply untuk jadi volunteernya WYD (ijin cuti keluar belakangan ). Karena memang dibuka kesempatan buat semua warga Sydney siapapun orangnya untuk menjadi volunteer di WYD'08, dan yang pasti selain kesempatan untuk dapat melihat Paus dari dekat (jika kebetulan ditempatkan di area inti pelaksanaan WYD) juga dapat kaos, jaket, topi, etc merchandise yang asik lah. But blessing in disguisenya kalau saya jadi volunteer nanti malah gak bisa kasih informasi ke rekan rekan semua ya :D
Tapi lumayan, mengobati kekecewaan hari ini menang nge-id di ebay untuk VIP cardnya McDonald WYD dan menang di angka $0.99 (saya satu satunya bidder) hehehe .. lumayanlah bisa beli 1 bic mac dapat 2 cheesburger :D, anak saya perempuan suka dengan roti ini.

Photobucket

Pilgrim Walk WYD’08

Sekitar lima menit yang lalu saya baru saja pulang dari mengikuti pilgrim walk through Harbour Bridge. Seperti judulnya, rekan rekan peziarah melakukan perjalanan lebih dari 9 km, melalui jalan protokol yang hari ini ditutup ditengah kota Sydney, khusus untuk para Pilgrim, ratusan ribu orang bercampur menjadi satu, menyanyi, berdansa sepanjang jalan kota. Sydney sungguh menjadi kota para Pilgrim. Icon kota Sydney – Harbour Bridge – ditutup untuk umum. Dan hanya para Pilgrim yang bisa berjalan ditengahnya. Cuaca yang cerah sangat mendukung berlangsungnya acara ini.
Sayangnya kedua anak terlalu letih untuk bisa melanjutkan perjalanan sampai di Randwick, jadi terpaksa berhenti di Darling Harbour – bersama rekan yang lain yang juga beristirahat untuk makan. Malam ini para Pilgrim akan sleep under the Sky di Randwick Racecourse (Tempat Pacuan Kuda yang disulap menjadi tempat Misa terakhir berlangsung), sebelum nanti sore Bapa Paus akan ikut berjaga jaga dengan mereka, dan mengadakan misa besok pagi untuk penutupan World Youth Day '08.
Berikut gambar hari ini;
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
tak lupa sekilas rekam kamera untuk acara ini;


sekilas WYD’08 hari ke-2 (tambahan)

Berikut sekilas jejak rekam dari kamera amatir saya :D untuk hari kedua WYD'08 Sydney;

Koran daily telegraph pagi ini memuat photo Paus yang lain daripada yang lain, berikut ini gambar yang saya download dari situs mereka;
Photobucket

Paus tiba di Sydney sore nanti!

Photobucket

Betul. hari ini setelah meninggalkan Roma tadi malam, Paus diharapkan mendarat di Sydney pukul 15.00 sore nanti demikian official massage yang dimuat dalam surat kabar Sunday Telegraph hari ini. Paus selanjutnya akan tinggal selama 3 hari ditempat retret Kenthurst sebelum melakukan penampilan perdana di World Youth Day pada hari Kamis lewat spektakular boat-a-cade di Sydney Harbour.

Photobucket
-- 4:28pm
disambut oleh PM Kevin Rudd beserta para petinggi gereja Katolik dan pejabat pemerintah negara bagian new south wales, Paus tiba pukul 15.00pm sore tadi di bandara Richmond setelah 20 jam perjalanan dari Roma. Beliau meninggalkan bandara beserta iring-iringan ambulan, police car, bus tepat pada pukul 15.30pm menuju tempat retret Opus Dei di kenthurst

Jadwal Kegiatan World Youth Day ‘08

Photobucket

Date

Time
Event
Location
Selasa, 15 Juli 2008
4.30 pm-6.30 pm
Misa Pembukaan bersama Kardinal Pell Barangaroo
2.00 pm-10.00 pm
Youth Festival Sydney CBD
Rabu, 16 Juli 2008

9.00 am-12.00 pm or 10.00 am-1.00 pm

Katakese session 250+ lokasi di Sydney
2.00 pm-10.00 pm
Youth Festival Sydney CBD
Kamis, 17 Juli 2008
9.00 am-12.00 pm or 10.00 am-1.00 pm
Katakese session 250+lokasi di Sydney
2.45 pm
Menyambut kedatangan Paus (lewat boat) Sydney Harbour & Barangaroo
2.00 pm-10.00 pm
Youth Festival Sydney CBD
Jumat, 18 Juli 2008
9.00 am-12.00 pm or 10.00 am-1.00 pm
Katakese session 250+ lokasi di Sydney
3.00 pm-6.00 pm
Jalan Salib Katedral St Mary, Barangaroo, Darling Harbour, Sydney Opera House Forecourt, Domain
2.00 pm-10.00 pm
Youth Festival Sydney CBD
Sabtu, 19 Juli 2008
5.30 am
Pilgrimage Walk Sydney Harbour Bridge via City ke Southern Cross Precinct
7.00 pm-9.00 pm
Misa Malam bersama Paus Southern Cross Precinct
Minggu, 20 Juli 2008
9.00 am
Iring-iringan Paus di Centennial Park Southern Cross Precinct
10.00 am
Misa Terakhir bersama Paus  
12.15 pm
Pengumuman kota berikutnya sebagai tuan rumah WYD  
12.30 pm-5.00 pm
Youth Festival  

TAHUN SANTO PAULUS 28 Juni 2008 – 29 Juni 2009

Photobucket

Pada surat Sekretaris Eksekutif KWI (No. 049/IV/2008) yang ditujukan kepada para Waligereja Indonesia dan Para Pimpinan Tarekat dan Lembaga Studi, diberitakan akan diadakannya Tahun Yubile
Khusus "Tahun Santo Paulus". Beberapa informasi disampaikan sbb.:

Tahun Santo Paulus ditetapkan mulai dari tanggal 28 Juni 2008 sampai dengan tanggal 29 Juni 2009 oleh Bapa Suci Benediktus XVI pada tanggal 28 Juni 2007 di dekat makam Santo Paulus yang terdapat di Basilika Santo Paulus Di Luar Tembok. Perayaan itu diadakan dalam rangka memperingati kelahiran Santo Paulus 2000 tahun yang lalu.

Pada penetapan Tahun Santo Paulus itu Bapa Suci Benediktus XVI mengatakan,

"Saudari-saudara, sebagaimana pada Gereja perdana, sekarang ini juga Kristus membutuhkan rasul-rasul yang siap sedia mengorbankan dirinya. Tuhan membutuhkan saksi-saksi iman dan martir-martir
seperti santo Paulus. Paulus, yang semula penganiaya orang-orang Kristiani, ketika jatuh di tanah, terpesona oleh cahaya ilahi pada jalan menuju Damsyik, tidak ragu-ragu mengubah arah menuju Yang
Tersalib, dan mengikuti-Nya tanpa berpikir panjang. Ia hidup dan bekerja untuk Kristus, ia menderita dan mati untuk Kristus. Betapa tepatnya ia menjadi teladan iman zaman sekarang!

Dan karena alasan inilah Saya menetapkan secara resmi bahwa kita akan mempersembahan Tahun Yubile khusus kepada Rasul Paulus dari tanggal 28 Juni 2008 sampai 29 Juni 2009, pada kesempatan peringatan dua millenium kelahirannya, yang diperkirakan oleh para ahli terjadi antara tahun 7 – 10 Masehi.

Direncanakan secara istimewa merayakan "Tahun Santo Paulus" di Roma di makam yang disepakati oleh para ahli dan tradisi yang tak terbantahkan, menyimpan jenazah Sang Rasul, yang dilestarikan di
bawah altar kepausan Basilika selama 20 abad.

Direncanakan juga menyelenggarakan serangkaian acara liturgis, budaya dan ekumenis di Basilika dan di pertapaan Benediktin, juga berbagai prakarsa pastoral dan social, yang terinspirasi dari spiritualitas Santo Paulus.

Perhatian khusus diberikan kepada peziarah pada makam Sang Rasul untuk memperoleh anugerah rohani. Konvensi pembelajaran dan publikasi khusus mengenai naskah-naskah Paulus diupayakan agar
kekayaan luar biasa ajaran-ajarannya semakin luas dikenal, sebagai warisan kemanusiaan yang telah ditebus oleh Kristus.

Lebih lanjut, di segala penjuru dunia, prakarsa-prakarsa serupa hendaknya dilaksanakan di keuskupan-keuskupan , tempat ziarah dan tempat ibadah, oleh para biarawan-biarawati, oleh pusat-pusat
lembaga pendidikan dan pelayanan sosial yang mengambil nama Santo Paulus atau yang terinspirasi olehnya dan ajarannya.

Akhirnya, ada satu aspek khusus yang harus diperhatikan selama perayaan 2.000 tahun ulang tahun Santo Paulus: yang saya sebut sebagai dimensi ekumenis. Rasul untuk umat bukan Yahudi, yang
membaktikan diri untuk menyampaikan kabar sukacita kepada segala bangsa, meninggalkan landasan kuat untuk kesatuan dan harmoni di antara orang Kristiani.

Semoga Santo Paulus berkenan memimpin dan melindungi kita dalam perayaan ulangtahunnya, membantu kita untuk maju dalam upaya yang rendah hati dan jujur untuk kesatuan penuh semua anggota Tubuh Mistik Kristus. Amen."

Disebutkan juga pada surat, yang ditandatangani oleh Andrea Cardinal di Montezemolo, berbagai upaya selama Tahun Santo Paulus, sbb:

Penemuan kembali jatidiri Rasul Paulus, kegiatan dan perjalanan misionersnya, terutama yang dikisahkan oleh Santo Lukas di dalam Kisah Para Rasul; Pembacaan ulang banyak suratnya yang dialamatkan kepada umat Kristiani perdana; Penghayatan tahun-tahun awal Gereja kita; Kesempatan untuk semakin mendalami ajaran yang kaya dari Santo Paulus, yang diarahkan kepada bangsa bukan Yahudi, dan untuk merenungkan spiritualitas iman, harapan dan kasih; Kesempatan untuk berziarah pada makam dan berbagai tempat yang berkaitan dengannya; Revitalisasi iman pribadi kita dan peran kita dalam Gereja dewasa ini, dalam terang ajarannya; Berdoa dan bekerja agar semua orang Kristiani boleh menemukan "kesatuan penuh anggota Tubuh Mistik Kristus".

Pelaksanaan Tahun Santo Paulus tersebut diserahkan kepada keuskupan masing-masing. Informasi tentang Tahun Santo Paulus dapat diperoleh melalui website: www.vatican.va atau www.annopaulino.org

dikutip dari rekan-rekan milis di Komunikasi_KAS@yahoogroups.com

“Menjadi Pelayan dan Rasul Yesus Kristus”

Pesan Paus Benediktus XVI pada Hari Minggu Misi Sedunia ke-82

"Menjadi Pelayan dan Rasul Yesus Kristus"
paus, pope, benedict, katolik, gereja,

Saudara-Saudari Terkasih,
Pada kesempatan Hari Misi Sedunia ini, saya mengajak anda sekalian untuk merenungkan tentang mendesaknya tugas untuk mewartakan Injil pada zaman kita ini. Amanat misi tetap saja menjadi tugas utama bagi semua orang yang dibaptis, yang dipanggil untuk menjadi "pelayan dan rasul Yesus Kristus" di awal milenium ini. Pendahulu saya yang mulia, Hamba Allah Paulus VI, dalam Imbauan Apostolik Evangelii Nuntiandi telah mengatakan:"Mewartakan Injil sesungguhnya merupakan rahmat dan panggilan khas bagi Gereja, identitasnya yang terdalam" (EN, No.14). Sebagai model semangat misi, saya ingin menyebut Santo Paulus secara khusus, Rasul bangsa-bangsa, karena pada tahun ini kita merayakan yubileum khusus yang dipersembahkan kepadanya. Tahun Paulus ini menawarkan kepada kita suatu kesempatan untuk lebih mengenal Rasul yang tersohor ini, yang menerima panggilan untuk mewartakan Injil kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi, seturut apa yang dikatakan Tuhan kepadanya: "Pergilah, Aku akan mengutus engkau jauh dari sini kepada bangsa-bangsa lain" (Kis 22:21). Bagaimana kita tidak memanfaatkan kesempatan yang ditawarkan oleh yubileum khusus ini kepada Gereja-gereja lokal, komunitas-komunitas Kristiani dan umat beriman masing-masing untuk melakukan pewartaan Injil sampai ke ujung dunia, kekuasaan Allah untuk menyelamatkan setiap orang yang percaya (bdk. Rm 1:16)?

•1. Umat Manusia Membutuhkan Pembebasan

Umat manusia membutuhkan pembebasan dan penebusan. Ciptaan itu sendiri - kata Santo Paulus - mengeluh dan berharap bahwa ia akan turut serta dalam kebebasan anak-anak Allah (bdk. Rom 8:19-22). Kata-kata ini masih berlaku dalam dunia dewasa ini. Ciptaan mengeluh. Ciptaan mengeluh dan menantikan pembebasan sejati; ia menantikan dunia lain yang lebih baik; ia menantikan "penebusan". Dan jauh di dalam hatinya ia tahu bahwa dunia baru yang dinanti-nantikan mengandaikan adanya manusia baru; ia mengandaikan adanya "anak-anak Allah".
Marilah kita menyelami situasi dunia dewasa ini secara lebih dekat. Sementara, pada satu pihak, keadaan umum internasional memperlihatkan suatu prospek kemajuan besar dalam bidang ekonomi dan sosial yang menjanjikan kesejahteraan, pada pihak lain situasi ini menimbulkan keprihatinan besar terhadap masa depan umat manusia. Kekerasan, dalam berbagai bentuknya, menandai hubungan antara manusia dan masyarakatnya. Kemiskinan dialami oleh jutaan umat manusia. Diskriminasi dan kadang-kadang penganiayaan karena perbedaan ras, budaya dan agama mendorong orang meninggalkan negerinya sendiri untuk menjadi pengungsi dan mencari perlindungan dan rasa aman di tempat lain. Kemajuan teknologi, ketika ia tidak diarahkan kepada peningkatan martabat dan kebaikan manusia atau diarahkan kepada perkembangan yang berdasakan solidaritas, kehilangan kemampuannya sebagai faktor harapan dan sebaliknya berisiko meningkatkan ketidakseimbangan dan ketidakadilan yang telah terjadi. Tambahan pula, masih saja ada ancaman lain, yaitu terkait dengan hubungan manusia dan lingkungan karena adanya penggunaan sumberdaya yang semena-mena, yang berakibat buruk terhadap kesehatan fisik dan mental umat manusia. Masa depan umat manusia juga terancam oleh pencobaan-pencobaan atas hidupnya, yang muncul dalam berbagai bentuk dan sarana.
Di hadapan skenario ini, "terombang-ambing antara harapan dan kecemasan ... dan tertekan oleh kegelisahan" (Konstitusi Pastoral Gaudium et Spes, No. 4), dengan rasa prihatin kita bertanya kepada diri kita sendiri: Apa yang akan terjadi dengan umat manusia dan ciptaannya? Apakah ada harapan akan masa depan, atau apakah ada masa depan untuk umat manusia? Dan seperti apa masa depan itu nantinya? Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan ini menyadarkan kita, orang yang percaya kepada Injil. Kristus adalah masa depan kita, dan seperti saya katakan dalam Ensiklik Spe Salvi, Injil-Nya adalah komunikasi yang "mengubah hidup" yang memberi harapan, membuka pintu zaman kegelapan dan menerangi masa depan umat manusia dan alam semesta (bdk.Spe Salvi, No. 2).
Santo Paulus mengetahui dengan baik sekali bahwa hanya dalam Kristus umat manusia dapat menemukan penebusan dan harapan. Karena itu, ia melihat dengan jelas bahwa misi merupakan suatu tugas yang mendesak dan urgen untuk mewartakan "janji kehidupan dalam Yesus Kristus " (2 Tim 1:1),"harapan kita" (1 Tim 1:1), sehingga semua orang turut menjadi ahli waris dan peserta dalam janji yang diberikan melalui Injil (bdk. Ef 3:6). Ia tahu bahwa tanpa Kristus umat manusia "tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia" (bdk.Ef 2:12) - "tanpa harapan karena mereka sendiri tanpa Allah" (Spe Salv,i No. 3). Sebetulnya, siapapun yang tidak mengenal Allah, sekalipun ia memelihara semua harapan, tetap pada akhirnya tanpa harapan, tanpa harapan besar yang melangsungkan seluruh hidupnya (bdk. Ef 2:12), ( Spe Salvi , No. 27).

•2. Misi Adalah Perkara Cinta

Oleh karena itu bagi setiap orang Kristiani, mewartakan Kristus dan pesan keselamatan-Nya merupakan suatu tugas yang mendesak. "Celakalah aku jika aku tidak mewartakan Injil!"(1 Kor 9:16). Dalam perjalanan ke Damaskus ia menerima pewahyuan dan mengetahui bahwa penebusan dan misi adalah karya Allah dan karya cinta-Nya. Cinta Kristus menuntunnya untuk menelusuri jalan-jalan Kekaisaran Roma sebagai seorang pewarta, rasul, pengkotbah dan pengajar Injil dan karena itu ia menyebut dirinya sebagai "utusan yang dipenjarakan" (Ef 6:20). Cinta Ilahi membuatnya menjadi "segalanya bagi semua orang, untuk menyelamatkan beberapa orang dari mereka" (1 Kor 9:22). Dengan melihat pengalaman Santo Paulus ini, kita memahami bahwa kegiatan misioner merupakan jawaban atas cinta yang sudah diberikan Allah kepada kita. Cinta-Nya menyelamatkan kita dan mendorong kita untuk melakukan misi ad gentes (kepada bangsa-bangsa). Ini merupakan kekuatan rohani yang menciptakan harmoni, keadilan, dan persekutuan berkembang di antara pribadi-pribadi, ras dan masyarakat. Hal-hal itulah yang menjadi harapan setiap orang ( Deus Caritas Est,No.12). Allah yang adalah Cinta, menuntun Gereja menuju kepada umat manusia dan memanggil para pewarta Injil untuk minum "dari sumber yang sama, ialah Yesus Kristus, dari hati-Nya yang terbuka mengalir kasih Allah sendiri" (Deus Caritas Est, No. 7). Hanya dari sumber ini, dapat ditimba kelembutan, semangat belarasa, keramahtamahan, ketersediaan, dan perhatian terhadap masalah masyarakat dan juga kebajikan lain yang penting bagi pewarta Injil untuk meninggalkan segala sesuatu dan mengabdikan diri mereka seutuhnya dan tanpa syarat untuk mewartakan kebaikan cinta Kristus di seluruh dunia.

•3. Wartakan Injil Selalu

Sementara evangelisasi pertama masih tetap penting dan mendesak di beberapa bagian dunia, dewasa ini kekurangan tenaga imam dan kurangnya panggilan melanda berbagai Keuskupan dan Lembaga Hidup Bakti. Penting sekali untuk ditegaskan kembali bahwa sekalipun menghadapi berbagai kesulitan yang semakin meningkat ini, amanat Kristus untuk mewartakan Injil kepada semua bangsa tetap saja menjadi prioritas. Tak ada alasan untuk membenarkan kelambanan atau stagnasi karena "tugas untuk mewartakan Injil kepada semua bangsa merupakan perutusan hakiki dari Gereja" (Paulus VI, Imbauan Apostolik Evangelii Nuntiandi, No. 14). Ini merupakan suatu "tugas perutusan yang masih saja di tahap awal dan kita harus melibatkan diri kita sendiri dengan sepenuh hati untuk melakukan tugas ini" (Yohanes Paulus II, Ensiklik Redemptoris Missio, No.1). Bagaimana mungkin kita tidak dapat berpikir tentang orang Makedonia yang muncul dalam mimpi Paulus dan berkata, "Apakah kamu bisa datang ke Makedonia dan menolong kami? Dewasa ini masih ada banyak sekali orang yang menantikan pewartaan Injil, mereka yang haus akan harapan dan cinta. Ada banyak orang yang membiarkan dirinya ditanyakan secara mendalam oleh permintaan bantuan yang datang dari umat manusia, yang meninggalkan segala sesuatu demi Kristus dan menyampaikan iman dan cinta akan Kristus kepada umat manusia! (bdk. Spe Salvi, No. 8)

•4. Celakalah aku jika aku tidak mewartakan Injil (1 Kor 9:16)

Saudara-saudari terkasih, "Bertolaklah ke tempat yang dalam!"
Marilah kita rentangkan layar di tengah lautan dunia yang luas, mengikuti undangan Yesus. Kita melemparkan jala kita tanpa rasa takut, penuh percaya kepada bantuan-Nya. Santo Paulus mengingatkan kita bahwa memberitakan Injil bukanlah alasan untuk memegahkan diri (bdk. 1 Kor 9:16), tetapi merupakan suatu tugas dan kegembiraan.
Para Uskup yang terkasih, dengan mengikuti teladan Paulus, banyak orang merasa seperti "dipenjarakan karena Kristus untuk orang-orang yang tidak mengenal Allah" (Ef 3:1), yang mengetahui bahwa kalian dapat mengandalkan kekuatan yang datang kepada kami dari Dia dalam kesulitan dan pencobaan. Seorang uskup ditahbiskan bukan hanya untuk keuskupannya, tetapi demi keselamatan seluruh dunia (bdk. Redemptoris Missio, No. 63). Seperti Rasul Paulus, seorang Uskup dipanggil untuk menjangkau mereka yang jauh dan belum mengenal Kristus atau belum mengalami cinta-Nya yang membebaskan.
Keterlibatan seorang Uskup semestinya membuat seluruh keuskupannya sebagai komunitas misioner dengan memberikan secara sukarela, menurut kemampuannya, untuk mengutus para imam dan awam kepada Gereja lain demi pelayanan pewartaan. Dengan cara ini, misi ad gentes menjadi prinsip yang mempersatukan dan mempertemukan semua kegiatan pastoral dan karya amal.
Saudara-saudara, para imam, yang bekerja sama dengan Para Uskup, jadilah pastor yang berbelas kasih dan pewarta Injil yang bersemangat! Banyak dari antara kalian dalam beberapa dekade yang lalu telah pergi ke tanah misi, dengan mengikuti Ensiklik Fidei Donum yang peringatan kelima puluh tahunnya kita rayakan belum lama ini, dan dengan itu Pendahuluku yang mulia, Hamba Allah Pius XII, memberi dorongan untuk bekerja sama antara Gereja-gereja. Saya percaya bahwa semangat misioner dalam Gereja-gereja lokal tidak akan berkurang, meskipun kekurangan imam yang melanda banyak keuskupan.
Saudara-saudari, para biarawan dan biarawati, yang panggilannya ditandai dengan semangat misioner yang kuat, lakukan pewartaan Injil kepada semua orang, khususnya mereka yang berada di tempat yang jauh, dengan kesaksian yang terus-menerus tentang Kristus dan secara radikal mengikuti nasihat-nasihat Injil-Nya.
Saudara-saudari, kaum awam, kalian yang bekerja dalam berbagai wilayah masyarakat yang beragam, semuanya dipanggil untuk ambil bagian dalam jalan yang semakin penting untuk mewartakan Injil. Suatu areopagus yang kompleks dan yang tampil dalam banyak rupa terbentang luas di hadapan kalian untuk diinjili yakni: dunia. Berilah kesaksian dengan hidupmu bahwa orang-orang Kristiani "merupakan suatu masyarakat baru yang menjadi tujuan dari ziarah bersama dan yang dipersiapkan dalam perjalanan ziarah itu" ( Spe Salve No. 4).

•5. Kesimpulan

Saudara-saudari yang terkasih. Semoga perayaan Hari Misi Sedunia ini mendorong siapapun untuk melakukan pembaruan kesadaran tentang kebutuhan yang mendesak untuk mewartakan Injil. Saya tidak lupa memberikan penghargaan yang mendalam atas bantuan Karya Kepausan terhadap kegiatan pewartaan Gereja. Saya berterima kasih atas dukungan yang mereka berikan kepada semua Komunitas, khususnya, kaum muda. Mereka merupakan alat yang sangat berharga untuk memberi semangat dan membentuk Umat Allah, dari sudut pandang misioner, dan mereka memelihara persekutuan orang-orang dan mengumpulkan barang-barang di antara berbagai bagian Tubuh Mistik Kristus. Semoga pengumpulan derma yang dilakukan di berbagai paroki pada Hari Minggu Misi Sedunia merupakan tanda persekutuan dan saling berbagi di antara Gereja. Akhirnya, doa mesti lebih ditingkatkan dalam kehidupan umat kristiani sebagai sarana spiritual utama untuk mewartakan Injil di antara bangsa-bangsa terang Kristus, "cahaya sejati" yang menerangi "kegelapan sejarah" (Spe Salvi No. 14). Seraya saya menyerahkan kepada Tuhan karya kerasulan misioner, Gereja-gereja di seluruh dunia dan kaum beriman yang terlibat dalam berbagai kegiatan misioner dan memohon perantaraan Rasul Paulus dan Santa Maria, "Bahtera Perjanjian yang hidup", Bintang evangelisasi dan harapan, saya memberkati anda sekalian dengan Berkat Apostolik.

Dari Vatikan, 11 Mei 2008
Paus Benediktus XVI

Next Page →