satu lagi website rujukan katolik
Pagi tadi saya coba googling ‘dokumen gereja’ ~ untuk rekan rekan tahu, terkadang memang sulit untuk menemukan alternatif rujukan informasi Katolik berbahasa Indonesia. Majalah HIDUP belum ada versi online-nya, Mirifica.net jarang diupdate
(kecuali renungan harian haha), diskusi milis Katolik yang ada kadang terasa garing karena diskusinya jadinya menang menangan tok
sementara jarang sekali ada terjemahan Bahasa Indonesia di situs resmi vatican.va ~ terakhir yang saya tahu hanya ada terjemahan Indonesian untuk Pesan Untuk Akhir Bulan Ramadan Idul Fitri 1429H/2008AD (yang ditujukan kepada rekan rekan muslim
) dan ehm, kok sulit sekali akses tulisan tulisan romo romo yach .. hahaha … saya yang kurang gaul atau memang demikian adanya .. de es te, de es te .. nah beruntung tadi pagi saya menemukan ini www.katolisitas.org ~ isinya betul betul mantabs! dikelola oleh Stefanus Tay & Ingrid Listiati yang memiliki background akademik Teologi Amerika dan juga ada Romo pembimbing Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ.
Menurut beliau ini salah satu ide dari website ini adalah ada orang Katolik yang mungkin tidak pernah membaca doktrin-dokrin Katolik (termasuk saya haha
). Padahal waktu kita belajar, kita merasakan bahwa ajaran Katolik begitu kaya, indah, dan harus disebarkan. Dengan pemikiran ini, kita ingin agar pengajaran Katolik dapat disampaikan dengan bahasa yang cukup sederhana, dan dalam jangka panjang website ini (http://katolisitas.org) diharapkan akan menjadi salah satu sumber dokumen Gereja Katolik dalam bahasa Indonesia, karena nantinya akan memuat dokumen-dokumen gereja resmi.
Kita beruntung memiliki mereka, kita (komunitas netter) beruntung karena memiliki tambahan lagi bahan rujukan tentang Katolik yang menyediakan artikel (bahkan tanya jawab!) yang bisa diakses online. Dan semoga semangat berbagi 5 roti dan 2 ikan yang telah mereka lakukan sampai kepada kita untuk kita teruskan lagi .. berikut screen shoot nya .. (click gambar untuk langsung menuju ke www.katolisitas.org)
Filed under Berita Utama, Serba Serbi, Uncategorized | Comments (5)printed edition 26 Oktober 2008 telah terbit..
suatu ketika ada seorang Bapak yang mengirimkan email kepada saya dan bertanya; kenapa untuk edisi cetaknya hanya 4 lembar saja? haha
jadi malu saya kenapa hanya mampu bikin 4 halaman saja
Semoga empat halaman ini sementara saja sifatnya dan dimasa mendatang bisa membuat sesuatu yang lebih baik dan berguna bagi rekan semua.
Anyway, kemarin saya punya ide; seandainya saja saya dapat memasukkan informasi mengenai website katolik maupun yang dikelola oleh rekan rekan katolik dalam edisi cetak Catholic Indo news tentunya akan sangat bagus, karena dengan demikian semangat berbagi 5 roti dan 2 ikan yang sudah di rintis oleh rekan rekan pengelola website tersebut dapat terus berlanjut. Untuk inilah maka per edisi ini akan ada kolom khusus bagi media tersebut. Semoga bermanfaat bagi rekan rekan semua.
link pdf edisi cetak 26 Oktober 2008 dapat diunduh disini;
Filed under Berita Utama, Printed Edition | Comment (0)19 October Printed Edition sudah terbit
Pertama tama atas nama redaksi (hahaha
yang terdiri dari saya+istri+dan 2 anak kami) dengan rendah hati mengucapkan terimakasih atas sambutan yang hangat dari rekan rekan semua untuk sakali lagi terbitan terdahulu. Semoga semangat berbagi 5 roti dan 2 ikannya terus mengalir dengan dapat dibacanya edisi cetak kepada rekan lain yang belum berkesempatan memiliki akses internet untuk mendapat berita Katolik.
Romo A Gianto seperti biasa memberikan renungan mingguan mengenai memberi Pajak (yang ternyata sudah ada jaman dahulu) kepada Kaisar. Dan juga artikel tentang 20 Misteri Rosario Paus Johanes Paulus II serta dalam edisi ini saya ingin mengangkat cerita tentang orang kudus. Inginnya sih, dalam 1 minggu saya bisa menampilkan para orang kudus tersebut, idenya supaya kita yang awam sedikit banyak akhirnya tahu (atau diingatkan kembali) siapa sebenarnya nama Baptis kita. Tapi sayangnya saya masih memiliki kendala waktu untuk melakukannya
but anyway semoga edisi ini bisa berguna.
Silakan download link berikut ini untuk edisi 19 Oktober 2008
Untuk edisi ini terimakasih kepada;
1. Romo A Gianto SJ ~ yang saya tidak tahu dimana emailnya
melalui Mirifica.net juga tempat saya mendownload artikel Romo Gianto.
2. Kepada rekan rekan di Yesaya yang telah bersusah payah membangun sebuah media yang sangat informatif tentang Katolik
3. Kepada anak saya yang selalu bilang jelek ketika melihat hasil print out via-veritas
4. Kepada istri saya yang memberi … segalanya
penjelasan tentang misa ekaristi
AMBIL BAGIAN DALAM MISA
~ Penjelasan Tahap demi Tahap ~
Oleh P. Thomas Richstatter, O.F.M *
Budi adalah seorang teman saya yang tertarik untuk menjadi seorang Katolik. Ia mulai menghadiri Misa setiap hari Minggu. Suatu hari sepulang dari Misa, Budi singgah ke rumah saya untuk menanyakan ritual yang kita lakukan dalam Misa. “Pater,” katanya, “hal yang paling membedakan antara gereja saya yang lama dengan gereja Katolik ialah bahwa umat Katolik nampaknya selalu tahu apa yang akan terjadi berikutnya! Dalam gereja saya, kami duduk, kadang-kadang mendengarkan dan sekali waktu menyanyi, tetapi dalam liturgi Katolik umat harus tahu apa yang perlu dilakukan.”
Apa yang dikatakan Budi itu benar: Kita umat Katolik selalu “tahu apa yang akan terjadi berikutnya.” Salah satu ciri cara kita berdoa adalah ritual. Kita melakukannya dan melakukannya lagi. Ketika imam berkata, “Tuhan sertamu,” maka tanpa berpikir panjang atau pun ragu umat menjawab, “Dan sertamu juga.”
Kehidupan kita sehari-hari juga memiliki ritualnya sendiri: cara kita berjabat tangan, makan dengan sendok dan garpu, serta menjawab surat. Dan jika kita telah terbiasa melakukan suatu hal dengan cara tertentu, kita jarang bertanya mengapa kita melakukannya dengan cara demikian. Dalam Ekaristi, kita juga punya banyak ritual yang kita lakukan tanpa bertanya mengapa.
Penjelasan “ambil bagian” dalam Misa ini akan menerangkan kepada kita mengapa kita melakukan apa yang kita lakukan dalam Misa. Saya berharap agar penjelasan-penjelasan yang akan disampaikan berikut ini berguna bagi sebagian besar umat Katolik yang menghadiri Misa secara teratur, namun kurang memahami alasan mengapa kita melakukan berbagai tindakan ritual tertentu dalam Misa. Continue reading »
Filed under Katakese Singkat, Serba Serbi | Comments (2)Asal Usul Rosario

Asal-Usul Rosario
oleh: P. William P. Saunders *
Dalam pelajaran agama anak saya diajarkan bahwa Oktober adalah bulan rosario. Karena saya baru menjadi Katolik, dapatkah kiranya dijelaskan lebih lanjut mengenai asal-usul rosario?
~ seorang pembaca di Leesburg
Rosario adalah salah satu doa yang paling disukai dalam Gereja Katolik kita. Uskup Agung Fulton Sheen mengatakan, “Rosario adalah kitab bagi mereka yang buta, di mana jiwa-jiwa melihat dan di sana ditampilkan drama kasih teragung yang pernah dikenal dunia; Rosario adalah kitab bagi mereka yang sederhana, yang menghantar mereka masuk ke dalam misteri-misteri dan pengetahuan yang lebih memuaskan hati dari pendidikan manusia; Rosario adalah kitab bagi mereka yang lanjut usia, yang matanya tertutup terhadap bayang-bayang dunia ini dan terbuka pada dunia mendatang. Kuasa rosario melampaui kata-kata.”
Diawali dengan Kredo, Bapa Kami, tiga Salam Maria dan Doksologi (Kemuliaan), serta diakhiri dengan Salve Regina (Salam ya Ratu), rosario merupakan pendarasan lima misteri; masing-masing misteri terdiri dari Bapa Kami, 10 Salam Maria dan Doksologi. Selama mendaraskan rosario, kita merenungkan misteri-misteri penyelamatan dalam hidup Tuhan kita dan kesaksian iman Bunda Maria. Melalui peristiwa-peristiwa Gembira, Cahaya, Sedih dan Mulia dalam rosario, kita dihantar pada kenangan akan inkarnasi Tuhan kita, pewartaan-Nya di hadapan publik, sengsara dan wafat-Nya, dan kebangkitan-Nya dari antara orang mati. Dengan demikian, rosario membantu kita untuk bertumbuh dalam penghayatan yang lebih mendalam atas misteri-misteri ini, dalam mempersatukan hidup kita dengan lebih akrab pada Tuhan kita dan dalam memohon bantuan rahmat-Nya untuk mengamalkan iman. Kita juga memohon bantuan doa Bunda Maria, teladan iman, yang menghantar semua orang percaya kepada Putranya.
Asal-usul rosario agak “kabur”. Penggunaan “manik-manik” dan pendarasan doa yang diulang-ulang untuk membantu orang dalam meditasi berasal dari masa-masa awal Gereja dan telah ada bahkan pada masa-masa sebelum kekristenan. Didapati bukti-bukti dari Abad Pertengahan bahwa untaian manik-manik dipergunakan untuk membantu orang menghitung jumlah Bapa Kami atau Salam Maria yang didaraskan. Sesungguhnya, untaian manik-manik ini kemudian dikenal sebagai “Paternosters,” bahasa Latin untuk “Bapa kami”. Sebagai contoh, pada abad ke-12, guna membantu agar mereka yang kurang terpelajar dapat berpartisipasi lebih baik dalam liturgi, pendarasan 150 Bapa Kami dipakai untuk menggantikan 150 Mazmur, dan dikenal sebagai “brevir orang-orang sederhana”.
Struktur rosario perlahan-lahan berkembang antara abad ke-12 dan abad ke-15. Pada akhirnya 50 Salam Maria (atau lebih) didaraskan dan dihubungkan dengan ayat-ayat Mazmur atau ayat-ayat lain mengenangkan “sukacita Maria” dalam hidup Yesus dan Maria. Dominikus dari Prussia, seorang biarawan Carthusian, pada tahun 1409 mempopulerkan praktek mempertalikan 50 ayat mengenai hidup Yesus dan Maria dengan 50 Salam Maria. Pada masa ini, bentuk doa ini dikenal sebagai rosarium (“kebun mawar”), sesungguhnya suatu istilah umum, yang berarti bunga rampai, yang dipergunakan untuk menyebut suatu kumpulan bahan yang serupa, misalnya suatu bunga rampai kisah-kisah dengan subyek atau tema yang sama. Pada akhirnya, ditambahkan juga “dukacita Maria” dan “sukacita surgawi”, sehingga jumlah Salam Maria menjadi 150. Dan akhirnya, ke-150 Salam Maria digabungkan dengan ke-150 Bapa Kami; satu Salam Maria sesudah satu Bapa Kami.
Pada awal abad ke-15, Henry Kalkar (wafat 1408), seorang biarawan Carthusian lainnya, membagi ke-150 Salam Maria ke dalam kelompok-kelompok; satu kelompok berisi 10 Salam Maria dengan diawali satu Bapa Kami. Pada abad ke-16, struktur lima misteri rosario didasarkan pada tiga rangkaian peristiwa -
Peristiwa GEMBIRA
1. Maria menerima kabar gembira dari Malaikat Gabriel;
2. Maria mengunjungi Elisabet, saudarinya;
3. Yesus dilahirkan di Betlehem;
4. Yesus dipersembahkan dalam Bait Allah;
5. Yesus diketemukan dalam Bait Allah
Peristiwa SEDIH
1. Yesus berdoa kepada BapaNya di surga dalam sakrat maut;
2. Yesus didera;
3. Yesus dimahkotai duri;
4. Yesus memanggul salib-Nya;
5. Yesus wafat disalib
dan Peristiwa MULIA
1. Yesus bangkit dari kematian;
2. Yesus naik ke surga;
3. Roh Kudus turun atas para Rasul;
4. Maria diangkat ke surga;
5. Maria dimahkotai di surga.
Pada tahun 2002, Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II menetapkan
peristiwa CAHAYA
1. Yesus dibaptis di Sungai Yordan;
2. Yesus menyatakan DiriNya dalam perjamuan nikah di Kana;
3. Yesus mewartakan Kerajaan Allah serta menyerukan pertobatan;
4. Yesus dipermuliakan;
5. Yesus menetapkan Ekaristi
Juga, setelah penampakan Bunda Maria di Fatima pada tahun 1917, doa yang diajarkan Bunda Maria kepada anak-anak secara umum ditambahkan pada akhir setiap misteri, “Ya Yesus yang baik, ampunilah dosa-dosa kami, selamatkanlah kami dari api neraka. Hantarlah jiwa-jiwa ke surga, teristimewa jiwa-jiwa yang amat membutuhkan kerahiman-Mu.”
Menurut tradisi, St Dominikus (wafat 1221) menyusun rosario seperti yang kita kenal sekarang. Tergerak oleh suatu penampakan Bunda Maria, ia mewartakan penggunaan rosario dalam karya misionarisnya di antara kaum Albigensia, suatu kelompok bidaah yang fanatik. Albigensia berasal dari nama kota Albi di Perancis selatan di mana mereka tinggal; mereka percaya bahwa semua yang jasmaniah adalah jahat dan semua yang rohaniah adalah baik. Karenanya, mereka menyangkal inkarnasi Tuhan kita; bagi mereka, Yesus, sungguh Allah yang menjadi sungguh manusia dan mengenakan kodrat manusiawi kita, sungguh tidak masuk akal. Menurut ajaran Albigensia, jiwa orang dianggap terbelenggu dalam tubuh yang jahat. Sebab itu, mereka berpantang kasih perkawinan dan prokreasi, sebab dianggap jahat membelenggu suatu jiwa lain dalam suatu raga. Tindakan religius mereka yang paling “luhur” disebut “endura,” suatu tindakan bunuh diri yang membebaskan jiwa dari raga. Mereka juga menentang otoritas manapun yang mewakili suatu kerajaan dunia ini, sebab itu mereka membantai para pejabat kerajaan dan para pejabat Gereja. Gereja mengutuk bidaah ini, dan St Dominikus berusaha mempertobatkan mereka melalui khotbah-khotbah yang logis dan kasih Kristiani sejati. Sayangnya, otoritas kerajaan tidak cukup berbelaskasih. (Sekedar tambahan, suatu siaran traveling menyiarkan di televisi suatu program traveling di Perancis selatan, dan mengunjungi kota Albi, mengatakan bahwa orang-orang di sana “dianiaya oleh Gereja”; narator program tersebut tidak menyebutkan bahwa orang-orang ini adalah bidaah bunuh diri yang ajarannya membahayakan jiwa-jiwa umat beriman.) Namun demikian, St Dominikus mempergunakan rosario sebagai suatu sarana ampuh untuk mempertobatkan kaum Albigensia.
Sebagian ilmuwan mengesampingkan peran aktual St Dominikus dalam terbentuknya rosario sebab kisah-kisah riwayat hidupnya yang ditulis lebih awal tidak menyebutkan hal itu, konstitusi Dominikan tidak menghubungkannya dengan hal tersebut, dan pelukis-pelukis pada masa St Dominikus tidak memasukkan rosario sebagai lambang yang menjadi ciri khas St Dominikus. Pada tahun 1922, Dom Louis Gougaud menyatakan, “Berbagai unsur yang ada dalam komposisi devosi Katolik yang umum disebut rosario merupakan hasil dari suatu perkembangan yang panjang dan perlahan yang dimulai sebelum masa St Dominikus, dan yang terus berlanjut tanpa ia ikut ambil bagian di dalamnya, dan yang akhirnya mendapati bentuk akhirnya beberapa abad setelah kematiannya.” Namun demikian, sebagian ilmuwan lain menyanggah pendapat bahwa St Dominikus tidak begitu terlibat dalam “menciptakan” rosario, sebab ia mewartakan penggunaannya untuk mempertobatkan para pendosa dan mereka yang telah menyimpang dari iman. Di samping itu, sekurangnya ada selusin paus yang menyebutkan hubungan antara St Dominikus dengan rosario dalam berbagai pernyataan kepausan, mendukung perannya setidak-tidaknya sebagai seorang “beriman yang saleh”. Dari antaranya, yang pertama-tama dinyatakan oleh Paus Alexander VI pada tahun 1495.
Rosario menjadi semakin populer pada tahun 1500-an, teristimewa melalui upaya Paus St Pius V. Pada waktu itu, kaum Muslim Turki menyerang Eropa Timur. Pada tahun 1453 Konstantinopel telah jatuh ke tangan Muslim, sementara Balkan dan Hungaria nyaris ditaklukkan. Pada tahun 1521 kaum Muslim berhasil menaklukkan Belgrade, Hungaria, dan pada tahun 1526 mereka telah berada di perbatasan Vienna, Austria. Dengan kaum Muslim menyerbu bahkan pesisir Italia, maka penguasaan atas Mediterania sekarang di ujung tanduk.
Pada bulan Februari 1570, utusan Turki menyampaikan ultimatum kepada Republik Venisia: menyerahkan kepulauan Siprus secara damai atau menghadapi perang. Venisia menolak, dan setelah berperang selama sebelas bulan, Siprus takluk pada kekuasaan Muslim pada tanggal 1 Agustus 1571. Syarat-syarat penyerahan diri ditetapkan demi keselamatan pasukan Kristen yang kalah. Tetapi, begitu komandan Muslim mengambil alih kuasa kota, ia memerintahkan agar komandan Kristen, Marcantonio Bragadin, dikuliti hidup-hidup. Tubuhnya kemudian dibelah menjadi empat, dan sayatan kulitnya diisi jerami dan seragamnya dikenakan padanya, lalu diseret sepanjang kota. Sekarang kaum Kristen tahu benar musuh macam apa yang tengah mereka hadapi.
Pada tahun 1571, Paus St Pius V mengorganisir suatu armada di bawah komando Don Juan dari Austria, sanak Raja Philip II dari Spanyol. Bala tentara dari Spanyol, Venisia, Roma, Savoy, Genoa, Lucca, Tuscany, Manova, Parma, Urbino, dan Ferrara, juga Malta membentuk suatu aliansi melawan Turki. (Menariknya, Perancis yang Katolik menolak bersatu dan bahkan mendanai pasukan Muslim Turki demi melemahkan musuh bebuyutan mereka, Jerman-Austria). Sementara persiapan dilakukan, Bapa Suci meminta segenap umat beriman untuk mendaraskan rosario dan memohon bantuan doa Bunda Maria di bawah gelar “Bunda Kemenangan,” memohon Tuhan menganugerahkan kemenangan kepada umat Kristiani.
Meski armada Muslim jauh melampaui armada Kristiani, baik dalam jumlah kapal-kapal perang maupun pasukan, kedua armada siap bertempur. Kapal pemimpin Kristen mengibarkan bendera biru dengan lukisan Kristus Tersalib, sementara bendera Muslim mencantumkan ayat-ayat dari Al Quran menyerukan jihad dan membasmi “orang-orang kafir”. Pada hari Minggu, 7 Oktober 1571, pukul 11 pagi, Pertempuran di Lepanto dimulai, dan dalam tempo lima jam, kaum Muslim dikalahkan. Siang itu, sementara Paus St Pius V tengah berada dalam suatu rapat, sekonyong-konyong beliau berdiri, menuju jendela, menatap ke luar ke arah pertempuran berlangsung bermil-mil jauhnya, dan mengatakan, “Marilah kita berhenti menyibukkan diri dengan masalah-masalah ini dan marilah kita mengucap syukur kepada Tuhan. Armada Kristen telah meraih kemenangan.”
Tahun berikutnya, Paus St Pius V sebagai ungkapan syukur menetapkan Pesta Rosario Suci pada tanggal 7 Oktober di mana umat beriman tidak hanya mengenangkan kemenangan ini, melainkan juga terus menyampaikan syukur kepada Tuhan atas segala rahmat-Nya dan mengenangkan kuasa perantaraan Bunda Maria kita. Bapa Suci juga secara resmi menganugerahkan gelar, “Auxilium Christianorum” atau “Pertolongan Orang-orang Kristen” pada Bunda Maria. Mejelis Tinggi Venesia juga mencantumkan pada sebilah papan dalam ruang pertemuan mereka, “Non virtus, non arma, non duces, sed Maria Rosari, victores nos fecit,” yang artinya, “Bukan kegagahan, bukan senjata, bukan pemimpin, melainkan Maria dari Rosario yang membuat kita menang.”
Mengenangkan tindakan Paus Pius V, Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II, dalam sebuah amanat Angelus yang disampaikan pada bulan Oktober 1983 mengatakan, “Rosario juga mengambil perspektif baru dan dibebani dengan intensi-intensi yang terlebih dahsyat dan terlebih banyak dari masa lalu. Sekarang bukan masalah memohon kemenangan besar, seperti di Lepanto dan di Vienna, melainkan memohon Maria untuk menyediakan bagi kita pejuang-pejuang yang gagah berani melawan roh kejahatan dan kesesatan, dengan senjata-senjata Injil, yakni Salib dan Sabda Allah. Doa Rosario adalah doa manusia untuk manusia. Rosario adalah doa solidaritas kemanusian, doa bersama orang-orang yang ditebus, dengan merefleksikan roh dan intensi dari dia yang pertama-tama ditebus, yakni Maria, Bunda dan Citra Gereja. Rosario adalah doa bagi segenap manusia di dunia dan dari sepanjang sejarah, yang hidup dan yang mati, yang dipanggil untuk menjadi Tubuh Kristus bersama kita dan bersama-sama kita menjadi ahli waris bersama dengan Dia dalam kemuliaan Bapa.”
Di masa-masa belakangan ini, rosario telah dijunjung tinggi dan dianjurkan sebagai suatu sarana yang efektif bagi pertumbuhan rohani. Banyak para kudus mendorong didaraskannya rosario, termasuk St Petrus Kanisius, St Filipus Neri dan St Louis de Montfort. Paus Leo XIII, yang kerap disebut “Paus Rosario”, berupaya memelihara tradisi doa ini, yang ditegaskannya sebagai suatu senjata rohani yang ampuh melawan kejahatan (Supremi Apostolatus Officio, 1884). Paus Pius XI pada tahun 1938 memberikan indulgensi penuh kepada barangsiapa yang mendaraskan rosario di depan Sakramen Mahakudus. Paus Beato Yohanes XXIII dan Paus Paulus VI keduanya juga dikenal sebagai penganjur rosario yang gigih. Buku Pedoman Indulgensi (1969), yang mendapatkan persetujuan Paus Paulus VI, memberikan indulgensi penuh “jika rosario didaraskan di sebuah gereja atau suatu tempat doa umum, atau dalam suatu kelompok keluarga, suatu komunitas religius atau perkumpulan saleh….” (No. 48).
Yang paling akhir, untuk menandai diawalinya 25 tahun masa pontifikatnya, Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II menerbitkan Surat Apostolik Rosarium Virginis Mariae, dimana beliau menetapkan Peristiwa Cahaya dan lagi, mendorong umat beriman untuk menggunakan rosario untuk “bersama Maria, merenungkan wajah Kristus.” Dengan mengesampingkan adanya gagasan bahwa rosario mengalihkan perhatian orang dari liturgi atau gagasan bahwa rosario merupakan penghalang bagi ekumene, Bapa Suci menegaskan, “Alasan paling kuat untuk mendesakkan pelaksanaan doa rosario adalah karena doa rosario merupakan sarana yang paling efektif untuk mengembangkan di kalangan kaum beriman komitmen untuk berkontemplasi pada misteri Kristiani; ini sudah saya usulkan dalam Surat Apostolik Novo Millennio Ineunte sebagai `latihan kekudusan’ yang sejati. `Kita memerlukan kehidupan Kristiani yang menonjol dalam seni berdoa.’” (No 5).
Sebab itu, rosario meupakan bagian dari sejarah rohani Gereja yang patut dijunjung tinggi. Rosario memampukan umat beriman untuk berpartisipasi dalam sejarah keselamatan yang hidup, mempersatukan kita secara lebih akrab dengan Juruselamat dan BundaNya yang Tesuci, dan dengan segenap Gereja. Rosario perlu menjadi bagian dari sejarah tiap-tiap individu dan tiap-tiap keluarga, sebab melalui doa rosario ikatan kasih diperteguh.
![]() |
* Fr. Saunders is pastor of Our Lady of Hope Parish in Potomac Falls and a professor of catechetics and theology at Christendom’s Notre Dame Graduate School in Alexandria.
sumber : “Straight Answers: The Origins of the Rosary” by Fr. William P. Saunders; Arlington Catholic Herald, Inc; Copyright ©2005 Arlington Catholic Herald. All rights reserved; www.catholicherald.com
Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin The Arlington Catholic Herald.”
Filed under Berita Utama | Comment (0)kenapa kita harus sama …
marilah kita sedikit merenung sejenak untuk sebuah short movie berikut ini;
semoga berguna … (no comment nih
)
GAUDIUM ET SPES

GAUDIUM ET SPES ~ “Gereja dalam Dunia Modern”
PENDAHULUAN
Hembusan angin segar ke dalam Gereja dari Paus Yohanes XXIII melahirkan Konsili Vatikan II. Dokumen Gaudium et Spes (“Konstitusi Pastoral tentang Gereja dalam Dunia modern”) yang dikeluarkan tahun 1965,mungkin merupakan dokumen paling penting dalam tradisi sosial Gereja.
GARIS-GARIS BESAR GAUDIUM ET SPES
Gaudium et Spes (GS) mendalami dan mengembangkan kesadaran diri Gereja sebagai suatu Umat dalam Masyarakat, yang bersama-sama dipanggil Kristus untuk mencintai dan melayani Allah, satu sama lain, dan segenap keluarga manusia. Untuk itu, GS menyorot:
I. Gereja dan Panggilan Manusia
A. Martabat manusia
B. Masyarakat Manusia
C. Kerja Manusia di Dunia
D. Gereja dalam Dunia Modern
II. Beberapa Keprihatinan Utama
A. Perkawinan dan Keluarga
B. Perkembangan kebudayan
C. Kehidupan Sosial-Ekonomi
D. Kehidupan Politik
E. Perdamaian
KONSILI VATIKAN II
Paus Yohanes XIII memanggil para Uskup Katolik dari seluruh dunia untuk mengikuti Konsili Vatikan Kedua, 1962. Penggantinya, Paus Paulus VI, menuntun Konsili ini sampai penutupannya tahun 1965. Konsili merupakan suatu proses penemuan kembali Gereja dalam cahaya iman yang sejati dan dalam dialog dengan dunia. Konsili juga mengangkat berbagai aspek Gereja: keberadaan serta hakekatnya yng benar, misinya yang ditemukan kembali dalam cahaya Injil dan iman.
TEMA-TEMA KUNCI GAUDIUM ET SPES
GEREJA MENYATU DENGAN KELUARGA MANUSIA
1. Kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan orang-orang dewasa ini, khususnya mereka yang miskin, dan mereka yang menderita, adalah juga kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan para pengikut Kristus. Sebab, orang-orang kristiani adalah juga anggota keluarga manusia. (#1)
2. Pribadi manusialah yang harus diselamatkan. Masing-masing pribadi dari segenap keluarga manusia itulah yang harus diperbarui. (#3)
PERMASALAHAN BANGSA DALAM DUNIA MODERN
1. Adalah tugas Gereja untuk meneliti “tanda-tanda zaman” dalam terang Injil. (#4)
2. Perubahan-perubahan intelektual dan teknologis telah menyebabkan perubahan-perubahan sosial dan spiritual yang mempengaruhi kehidupan segenap bangsa secara kolektif dan kehidupan setiap orang-perorangan. (#5-7)
3. Perubahan-perubahan ini juga telah menimbulkan situasi pertentangan: kekayaan dan kemiskinan, kebebasan dan perbudakan, kehidupan material yang lebih baik dan kemiskinan spiritual. Tetapi Gereja percaya, umat manusia dapat menciptakan tatanan politis, sosial, dan ekonomik yang akan mengabdi martabat manusia. (#4 dan 9)
I. GEREJA DAN PANGGILAN MANUSIA
A. MARTABAT MANUSIA
- Pribadi manusia merupakan pusat yang terpenting dari seluruh ciptaan di bumi. Manusia, pria maupun wanita, diciptakan menurut citra Allah-bebas, cerdas, dan sebagai makhluk sosial. (#12)
- Ketidaktaatan umat manusia kepada Allah membuat pribadi manusia sebagai makhluk yang terpecah dalam dirinya. Kehidupan individual maupun kehidupan sosial merupakan suatu pergumulan keras antara kebaikan dan kejahatan. (#13)
- Suara hati nurani memanggil setiap pribadi untuk mencintai kebaikan dan menghindari kejahatan. Martabat manusia tergantung pada kebebasan untuk mematuhi suara hatinya ini. (#16)
- Alasan mendasar bagi martabat manusia terletak pada panggilan pribadi manusia untuk menjalin hubungan mesra dengan Allah. Namun, selain ada orang-orang yang tidak mengakui Allah, ada pula yang sepenuhnya menolak. (#19)
- Ateisme modern membuat manusia sedemikian bebasnya sehingga ketergantungan pada Allah merupakan suatu kesulitan. (#20)
- Gereja menolak, dan akan tetap menolak, Ateisme. Menerima Allah tidak bertentangan dengan martabat manusia. (#21)
- Iman yang hidup dan dewasa memotivasi orang-orang kristiani mencapai keadilan dan cinta, dan mengatasi kecurigaan terhadap agama. (#21)
B. MASYARAKAT MANUSIA
- Perkembangan teknologi menciptakan kesalingtergantungan antar manusia. Namun, dialog sejati antar pribadi tidak dengan sendirinya selalu terjadi. (#23)
- Hubungan dan persahabatan pribadi yang mendalam hanya dapat terlaksana bilamana terdapat saling menghormati akan martabat rohani masing-masing. (#23)
- Pengembangan tatanan sosial bagi kesejahteraan umum harus pula menguntungkan martabat pribadi manusia. (#26)
- Setiap pribadi manusia harus dihormati dan dicintai. Kesalahan harus ditolak, tetapi orang yang bersalah tidak pernah harus kehilangan martabat mereka sebagai pribadi manusia. (#27-28)
- Pribadi manusia diciptakan bukan dalam keterasingan melainkan untuk pembentukan kesatuan sosial. Dalam masyarakat ini, Yesus memanggil kita anak-anak Allah sehingga kita harus memperlakukan satu sama lain sebagai saudara dan saudari. (#32)
C. KERJA MANUSIA DI DUNIA
- Segala kegiatan dan karya manusia merupakan bagian dari rencana Allah. Orang-orang melakukan kehendak Allah bilamana mereka mengatur dunia dengan keadilan dan kesucian. (#34)
- Kegiatan manusia berasal dari pribadi manusia, dan untuk melayani pribadi manusia. (#35)
- Sementara orang ingin memisahkan kegiatan manusia dan iman. Adalah salah pemikiran bahwa barang-barang tercipta tidak tergantung pada Allah. (#36)
- Segala kegiatan manusia harus dimurnikan dan disempurnakan dengan kekuatan salib Kristus dan Kebangkitan-Nya. (#37)
D. PERANAN GEREJA DALAM DUNIA
Gereja dan umat manusia mengalami situasi yang sama. Gereja juga adalah ragi dan jiwa bagi masyarakat manusia.
Kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan orang-orang dewasa ini, khususnya mereka yang miskin dan mereka yang menderita adalah juga kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan para pengikut Kristus.
Ketaatan umat manusia terhadap ALLAH membuat pribadi manusia sebagai makhluk yang terpecah dalam dirinya. Kehidupan individual maupun sosial merupakan suatu pergumulan keras antara kebaikan dan kejahatan.
1. Gereja menawarkan bantuan kepada pribadi-pribadi perseorangan
- Gereja menyingkap misteri Allah terhadap setiap orang.
- Gereja melindungi martabat manusia dari semua pengajaran yang salah dan gagasan-gagasan yang keliru tentang kemanusiaan. Dalam memaklumkan Injil, Gereja memaklumkan hak-hak dasar manusia.(#41)
2. Gereja menawarkan bantuan kepada masyarakat
- Persatuan anak-anak Allah dalam Gereja membantu kesatuan segenap keluarga umat manusia.
- Gereja harus tampil sebagai yang pertama dalam menjawab setiap permintaan bantuan di dunia.
- Gereja tidak terikat pada sistem politis, ekonomis, atau sosial manapun. (#43)
3. Gereja menawarkan bantuan bagi manusia
- Orang-orang kristiani adalah warga kota surgawi maupun kota duniawi. Mereka haruslah dengan setia melaksanakan kewajiban mereka bagi kedua kota tersebut dalam semangat Injil.
- Setiap pemisahan antara iman dan kehidupan sehari-hari merupakan salah satu kesalahan terbesar dewasa ini. Kaum awam terpanggil untuk mengambil bagian aktif baik dalam kehidupan Gereja maupun kehidupan masyarakat. (#43)
4. Gereja menerima bantuan dunia; dalam mempersiapkan landasan bagi Injil.
5. Gereja sebagai tanda Kristus yang kelihatan di dunia: Yesus adalah Tuhan dari Sejarah. (#45)
H. BEBERAPA KEPRIHATINAN UTAMA
A. PERKAWINAN DAN KELUARGA
- Keluarga merupakan landasan masyarakat sehingga haruslah didukung dan dipelihara. Dewasa ini perkawinan terancam kehancuran karena perceraian, cinta bebas, cinta diri yang berlebihan, poligami, pemujaan kenikmatan, praktek kontrasepsi yang tidak sah, tatanan ekonomis, sosial, politis, dan psikologis modern, dan ledakan penduduk. (#47-52)
- Hidup berkeluarga mempersatukan suami dan isteri dalam suatu persekutuan yang erat dan mendalam. Cinta perkawinan sejati adalah cinta yang suci. (#51)
- Perkawinan dimaksudkan untuk melahirkan dan mendidik anak. (#50)
- Kehidupan dimulai pada saat pembuahan dan harus dilindungi dengan hati-hati dari pengrusakan. Pengguguran dan pembunuhan bayi merupakan tindak kejahatan yang mengerikan. (#53)
B. PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN
Pribadi manusia dapat berkembang utuh secara manusiawi hanya melalui kebudayaan, misalnya, dengan membudayakan kebaikan dan nilai-nilai kodrat. (#53)
- Kebudayaan dalam Dunia Modern
- Perubahan-perubahan teknologis telah menghasilkan perkembangan yang lebih lengkapdan saling berbagi kebudayaan. (#54)
- Pribadi manusia adlah pengarang tentang kebudayaan. Orang-orang dewasa ini sadar akan tanggungjawabnya untuk membangun suatu dunia yang lebih baik. (#55)
- Kebudayaan harus berkembang sehingga mendukung perkembangan pribadi manusia. (#56)
2. Prinsip-prinsip Perkembangan Budaya
- Pencarian surga harus menghilhami orang-orang kristiani untuk membangun dunia yang lebih manusiawi. (#57)
- Iman dan kebudayaan harus berjalan bersama. Metode-metode ilmiah bukanlah semata-mata ukuran kebenaran. (#57)
- Allah berbicara kepada semua kebudayaan. Gereja, sambil menghormati tradisinya, menggunakan aneka kebudayaan berbeda untuk menyebarkan Kabar Gembira. Di saat bersamaan, Injil memperbarui dan memajukan kebudayaan. (#58)
- Orang-orang haruslah bebas dalam mengembangkan kebudayaan mereka. (#59)
3. Kewajiban Budaya yang Mendesak
- Orang-orang kristiani berkewajiban melindungi dan menyemangati perkembangan budaya. Setiap orang berhak atas kebudayaan, pemikiran dan pengungkapan. (#60)
- Perkembangan pribadi seutuhnya didorong. Orang-orang kristiani harus bekerja sama dalam kegiatan-kegiatan budaya sambil membawa serta bersamanya semangat kristiani yang benar. (#60)
- Seringkali kebudayaan dan pengajaran kristiani tidak sejalan. Hal ini tidak merugikan kehidupan iman karena dapat mendorong lahirnya suatu pemahaman iman yang lebih mendalam dan lebih tepat. (#62)
C. KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI
- Prinsip-prinsip Dasar
- Pribadi manusia adalah sumber, pusat, dan tujuan seluruh kehidupan sosial ekonomi. (#63)
- Dalam dunia dewasa ini, ketidakseimbangan-ketidakseimbangan mendasar hadir di antara kekayaan dan kemiskinan. (#63)
2. Perkembangan Sosial-Ekonomi
- Produksi dan kemajuan ekonomis demi pelayanan bagi pribadi manusia. (#64)
- Demi kesejahteraan umum, sebanyak mungkin orang harus mempunyai andil dalam mengarahkan dan mengendalikan perkembangan ekonomi. (#65)
- Keadilan dan pemerataan menuntut upaya peniadaan ketimpangan-ketimpangan ekonomi tanpa mengorbankan hak-hak pribadi atau negara. (#66)
3. Kehidupan Sosial-Ekonomi
- Yang terpenting dalam kehidupan ekonomi adalah pekerja dan kerja manusia, sedangkan yang lainnya hanyalah alat. (#67)
- Para pekerja haruslah juga berperan serta dalam menjalankan perusahaan. (#68)
- Dalam rencana Allah, dunia dan segala isinya diperuntukkan bagi setiap orang. Milik pribadi haruslah membawa manfaat bagi semua orang. (#69-71)
- Apabila pribadi-pribadi individual sangat membutuhkan, mereka berhak mencukupkan kebutuhan mereka sendiri dari kekayaan dari kekayaan orang lain. (#69)
D. KEHIDUPAN POLITIS
- Perubahan-perubahan dalam kebudayaan dan kehidupan sosial-ekonomi telah meningkatkan kesadaran akan martabat manusia dan hasrat untuk membangun suatu tatanan politis-yuridis yang adil. (#73)
- Pemerintah maupun warga negara secara pribadi hendaknya berkarya untuk kesejahteraan umum. (#74)
- Orang-orang kristiani harus menyadari tanggung jawab khusus mereka terhadap negara maupun pemerintahnya. (#75)
- Gereja tidak dapat dipersamakan dengan masyarakat atau sistem politis apa pun. (#76)
E. PERDAMAIAN
1. Prinsip-prinsip Dasar
- Keluarga manusia berada dalam situasi kritis berhadapan dengan atau terancam oleh kerusakan akibat perang. (#77)
- Perdamaian bermakna lebih daripada adanya perang. Perdamaian sejati didasarkan atas cinta, kerukunan, kepercayaan, dan keadilan. (#78)
2. Mencegah Perang
- Ketaatan buta dari mereka yang mengikuti perintah yang melawan hukum kodrati tak dapat dimaafkan. (#79)
- Anti kekerasan dan anti wajib militer adalah sah menurut hukum. (#79)
- Mempertahankan diri saja oleh suatu negara diperbolehkan, tetapi bukan perang untuk menaklukan.
- Persenjataan modern ilmiah berakibat penghancuran hebat sehingga pertahanan diri yang sah menurut hukum terlewati. (#81)
- Meningkatkan persenjataan suatu negara (Perlombaan Senjata) tidak menciptakan perdamaian, dan persaingan antarnegara dengan perlombaan persenjataan (Keseimbangan Kekuatan) bukanlah suatu jalan yang aman dan meyakinkan dalam meraih perdamaian sesungguhnya. (#81)
- Setiap orang bertanggung jawab untuk berkarya demi pelucutan senjata. (#82)
3. Membangun Masyarakat Internasional
- Terciptanya perdamaian menuntut kesepakatan yang sungguh dari setiap orang. (#83)
- Adanya kebutuhan akan kerja sama internasional yang lebih besar untuk berkarya demi perdamaian, persatuan dan kerja sama ekonomi.
- Orang-orang kristiani hendaknya bekerja sama dengan sungguh-sungguh dan penuh cinta dalam membangun suatu masyarakat internasional yang menghormati kebebasan, dan yang menerima semua orang sebagai saudara. (#88)
- Gereja harus aktif dan hadir secara jelas di tengah masyarakat bangsa-bangsa. (#89)
MATER ET MAGISTRA (Orang Kristiani dan Kemajuan Sosial)

MATER ET MAGISTRA (Orang Kristiani dan Kemajuan Sosial)
PENDAHULUAN
Kesenjangan menyolok antara negara kaya dan negara miskin mendesak Paus Yohanes XXIII menerbitkan Ensiklik Mater et Magistra (Ibunda dan Guru), Mei 1961. Ensiklik ini diterbitkan pula untuk memperingati 70 tahun terbitnya Ensiklik Paus Leo XIII,Rerum Novarum.
GARIS-GARIS BESAR MATER ET MAGISTRA
Ensiklik ini dimulai dengan tinjauan mengenai prinsip-prinsip dalam Rerum Novarum (RN) dan Quadragesimo Anno (QA). Yohanes XXIII mencatat, karena kedua ensiklik itu, perkembangan politik, sosial, dan ekonomi barumendasari pentingnya penulisan Mater et Magistra (MM). Ensiklik ini merupakan penuntun penting bagi zaman modern, karena, untuk pertama kalinya Ajaran sosial Gereja mengkaji situasi negara-negara yang belum sepenuhnya mengalami industrialisasi, yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan Dunia ketiga. Bidang-bidang kajian utama Mater et Megistra sebbagai berikut:
a. Tinjauan atas RN dan QA dan pengukuhan prinsip-prinsipnya.
b. Situasi negara-negara sedang berkembang
c. Tanggung jawab kaum awam menyongsong suatu dunia yang lebih adil
PAUS YOHANES XXIII
Sesudah wafatnya Paus Pius XII, Angelo Roncalli menjadi uskup Roma dan menduduki tahta kepausan tahun 1958 sampai 1963 dengan mengambil nama Yohanes XXIII. Kepemimpinan Paus Yohanes XXIII merupakan yang revolusioner untuk zaman itu. Prestasi besarnya adalah penyelenggaraan Konsili Vatikan II yang membiarkan angin segar menyusup masuk jendela-jendela Vatikanuntuk menghilangkan debu imperial yang menumpuk di tahta Santo Petrus sejak masa Constantin. “Ini merupakan titik balik dalam sejarah Gereja Katolik. Yohanes XXIII menerbitkan 7 ensiklik dan Mater et Magistra adalah ensikliknya yang keempat.
TEMA-TEMA KUNCI MATER ET MAGISTRA
A. PENGAJARAN DAN PERKEMBANGAN
1. Perkembangan Baru dalam Masyarakat
a. Kehidupan ekonomi- Penelitian ilmiah yang terus-menerus menghasilkan energi atom, produk-produk sintetis, otomasi, dan kecepatan yang lebih besar dalam transportasi. Penaklukan luar angkasa dan kemajuan komunikasi membawa perubahan dalam kehidupan ekonomi rakyat.(#47)
b. Struktur Sosial- Asuransi, jaminan sosial, dan pendidikan dasar yang lebih baik diperkenalkan dalam struktur sosial. Hal ini pada gilirannya meningkatkan mobilitas sosial. Akibatnya, ketidakseimbangan antara daerah-daerah yang lebih berkembang dan kurang berkembang semakin nampak.(#48)
c. Bidang Politik- Peran serta politis warga masyarakat meningkat. Hal ini nayata dalam penolakan terhadap regim penjajah di Asia dan Afrika. Muncullah kemerdekaan politis yang lebih besar, mendalamnya kesalingtergantungan antarbangsa, dan meningkatnya campur tangan rakyat dalam kepentingan ekonomi, sosial, budaya, dan politik mereka sendiri.(#49)
2. Perkembangan Pengajaran Sosial
a. Prakarsa Pribadi dan Intervensi Negara- Perkembangan ekonomi harus merupakan hasil upaya pribadi maupun masyarakat. Namun, Negara tidak harus meredam prakarsa pribadi orang-perorangan. Harus terdapat keseimbangan antara prakarsa pribadi dan prakarsa masyarakat. (#51-54)
b. “Sosialisasi” dalam Keadilan Sosial- Perkembangan-perkembangan baru dalam masyarakat menuntut hubungan-hubungan sosial yang saling tergantung. Penggalangan hubungan sosial ini penting, bahkan entah mereka berdampak negatif ataupun positif.(#59-67)
c. Upah Kerja yang Adil- Kerja manusia harus dihargai dengan upah yang adil. Kebijakan pengupahan ini harus berlandaskan keadilan, persamaan, dan kesejahteraan umum. Keluarga membutuhkan upah yang memadai agar dapat hidup bermartabat. Terlalu banyak uang dihamburkan untuk prestise negara maupun persenjataan.(#68-69)
d. Pembagian Barang-Barang secara Adil- Perkembangan sosial harus berjalan bersama dengan perkembangan ekonomi. Untuk itu, kemakmuran ekonomis harus menjamin pembagian barang-barang secara adil dan tepat. Dalam hal ini, buruh hendaknya memiliki andil dalam pengelolaan perusahaan-mis. Dalam manajemen, keuntungan, dan kepemilikan perusahaan.(#73-75)
e. Kesejahteraan Umum- Pembagian barang-barang secara adil dan tepat dilakukan demi kesejahteraan umum bangsa-bangsa dan dunia. Kebutuhan demi kesejahteraan umum dapat diringkas sebagai berikut:
1. menciptakan lapangan pekerjaan
2. memperhatikan mereka yang tersisih;dan
3. menjamin masa depan.(#74)
ASPEK-ASPEK BARU PERMASALAHAN SOSIAL
1. Pertumbuhan tidak Seimbang
Keadilan dan pemerataan bukan hanya berlaku dalam situasi majikan-buruh, tetapi juga bagi hubungan antara daeah-daerah yang secara ekonomis lebih baik dan daerah-daerah yang kurang berkembang, dalam masyarakat lokal maupun global.(#122)
2. Pertanian-Sektor yang Terbelakang
Antara sektor pertanian yang terbelakang dan indunstri terdapat ketidak seimbangan. Pelayanan dan perkembangan ekonomi yang teratur harus menjangkau daerah pedesaan. Kebijakan ekonomi yang tepat perlu direncanakan dan dterapkan. Modal hendaknya tersedia dengan suku bunga yang pantas. Prioritas lainnya meliputi: perlindungan harga, keamanan sosial, dan memperkokoh pendapatan di bidang pertanian.(#123-143)
3. Bertanggung Jawab atas Diri Sendiri
Para pekerja di pedesaan sendiri harus bertanggung jawab atas kemajuan mereka. Mereka harus berperan serta aktif dalam menciptakan perubahan dan mutu kehidupan yang lebih baik.(#144)
4. Bantuan bagi Daerah Kurang Berkembang
Administrasi lengkap beserta kebijakan ekonomi dibutuhkan dalam meniadakan atau mengurangi perbedaan antara daerah-daerah yang lebih berkembang. Di samping tindakan pemerintah, warga masyarakat di daerah-daerah kurang berkembang adalah penanggung jawab utama perkembangan mereka sendiri dan perlu menghormati martabat serta usaha swasta.(#150-151)
5. Keadilan di Antara Bangsa-Bangsa
Perdamaian abadi tidak mungkin tercipta selama masih ada ketidakseimbangan yang menyolok di antara bangsa-bangsa di dunia. Karena itulah negara-negara maju wajib membantu negara-negara yang miskin dan kurang beruntung. Negara-negara yang lebih beruntung perlu menyusun program bantuan darurat yang efektif. Usaha-usaha swasta masyarakat hendaknya lebih rela bekerja sama. Pentinglah bahwa dalam memberi bantuan dan pendampingan, negara-negara industri menghormati kebudayaan negara-negara sedang berkembang dan menawaekan bantuan tanpa bermaksud menguasai.(#157-172)
6.Peranan Gereja
Setiap orang kristiani mengemban tugas untuk memajukan lembaga-lembaga sipil, mengangkat martabat manusia dan memperkokoh kesatuan antar bangsa. Adalah menyenangkan bahwa orang-orang Katolik sudah terlibat dalam usaha-usaha ini.(#179-182)
7. Pertumbuhan Penduduk
Ketidakseimbangan antara pertumbuhan penduduk dan pengadaan makanan semakin menakutkan. Namun, kita ditenangkan oleh Kebijaksanaan Allah yang menganugerahkan umat manusia kemampuan produktif yang tiada habis-habisnya sehingga suatu pemecahan yang memadai dapat ditemukan demi martabat setiap manusia. Karena hidup manusia itu suci, manusia hendaknya tidak dijadikan sarana kontrol jumlah penduduk sehingga martabat manusianya dilecehkan.(#189-199)
8. Kerja Sama Internasional
Kemajuan ilmu dan teknologi dalam segala aspek kehidupan meningkatkan hubungan antar masyarakat politis sedunia. Terdapat kebutuhan yang semakin besar akan kesalingtergantungan, kerjasama, dan bantuan timbal balik. Di samping itu, saling percaya sirna karena kegagalan mencapai kesepakatan mengenai hukum-hukum keadilan. Pembangunan persenjataan merupakan gejala kecurigaan ini.(#200-203)
Kemajuan ilmu dan teknologi harus menghasilkan keseimbangan hubungan sosial dalam masyarakat maupun di antara bagsa-bangsa
Sementara kemiskinan dan kelaparan menghantui kita, ilmu dan teknologi digunakan seluas-luasnya untuk menciptakan alat-alat penghancur dan pembunuh.
C. PEMULIHAN HUBUNGAN-HUBUNGAN SOSIAL DALAM KEBENARAN, KEADILAN, DAN CINTA KASIH
1. Falsafah Hidup yang Tidak Utuh
Kendati terdapat kemajuan ilmu dan teknologi, banyak falsafah hidup tidak menyentuh seluruh pribadi manusia atau menghormati martabat manusia. Segala kemajuan harus berakar dalam Allah. Adalah suatu ketololan membangun tata dunia tanpa berlandaskan Allah.(#213-217)
2. Pengajaran Sosial Gereja
Gereja tetap menunjukkan jalan dalam kehidupan modern. Karena Gereja melihat pribadi manusia sebagai dasar, sebab, dan tujuan semua lembaga sosial. Karena itu, Pengajaran Sosial Gereja tidak dapat dipisahkan dari pengajaran Gereja tentang kehidupan dan harus diajarkan di semua jenjang pendidikan dan melalui berbagai media. Orang-orang Katolik haruslah memahami pengajaran sosial Gereja dan perilaku sosial-ekonomi mereka harus diselaraskan dengan prinsip-prinsip pengajaran sosial Gereja itu. Karena penerapan praktis prinsip-prinsip pengajaran sosial sulit, kepada orang-orang Katolik diberikan beberapa saran praktis sbb:
i. meneliti situasi (mengamati)
ii. Mengevalusinya dengan mengacu pada Pengajaran Sosial Gereja (menilai)
iii. Memutuskan bagaimana bertindak (bertindak).(#219-241)
3. Tugas Kaum Awam
Sambil mengakui perlunya campur tangan pemerintah dalam kemajuan rakyat, adalah terutama tanggung jawab warga masyarakat sendiri untuk menentukan kemajuan dan perkembangan mereka. Tugas setiap orang kristiani adalah berkarya demi suatu dunia yang lebih adil.
4. Menuju suatu Masyarakat Global
Kemajuan sosial harus berkaitan dan kemajuan ekonomi. Daerah-daerah yang lebih berkembang harus membantu perkembangan daerah-daerah kurang berkembang. Namun, bantuan ini harus menjangkau segenap bangsa di dunia. Tanggung jawab orang-orang kristiani adalah membangun suatu masyarakat global dengan dituntun oleh nilai-nilai Injil yaitu kebenaran dan keadilan.
KESIMPULAN
Mater et Magistra mengakui, kehidupan industrial dapat merusak nilai-nilai dan menyimpang dari martabat manusia. Gereja, yaitu masing-masing orang Katolik, perlu memperbarui komitmen mereka demi tegaknya Kerajaan Allah di tengah kegiatan duniawi.
PRINSIP-PRINSIP PENUNTUN
1. Balas karya yang adil demi kehidupan keluarga yang bermatabat.
2. Pribadi perorangan maupun pemerintah berperan dalam pekembangan ekonomi.
3. Perkembangan ekonomi haru adil dan merata bagi semua. Daerah yang lebih maju harus membantu yang terbelakang.
4. Gereja mendorong perkembangan ekonomi yang teratur di daerah-daerah dan negara-negara yang kurang berkembang.
5. Setiap orang Kristiani berkewajiban memajukan lembaga-lembaga sipil, mengangkat martabat manusia, serta memperkokoh kesatuan antar bangsa.
6. Kerjasama internasional sangat penting dalam membangun kepercayaan, timbal-balik tentang hukum-hukum keadilan agar dapat tercipta kesalingtergantungan yang lebih besar, kerja sama, serta saling membantu antar masyarakat politis sedunia.
7. Segenap kemajuan harus berakar dalam Allah. Karena itu, pemahaman orang-orang Katolik akan Pengajaran Sosial Katolik haruslah ditingkatkan, dan perilaku sosial-ekonomi mereka harus selaras dengan prinsip-prinsip Pengajaran Sosial Katolik itu. Orang-orang Katolik harus menggunakan prinsip “Melihat, Menimbang, dan bertindak” dalam kegiatan-kegiatan mereka di tengah realitas dunia modern ini.
Filed under Ajaran Sosial Gereja | Comment (0)Homili Bapa Suci pada misa penutupan Hari Pemuda Sedunia 2008

Homili Bapa Suci pada misa penutupan Hari Pemuda Sedunia 2008
Dengan kekuatan Roh Kudus dan dari iman yang teguh, generasi muda
Katolik terpanggil untuk membangun dunia yang menerima, menghargai
serta menumbuh kembangkankan anugerah kehidupan, bukan dunia yang
menolak dan bahkan merusak kehidupan..
Saudara-saudara,
“Kamu akan menerima kuasa jika Roh Kudus turun atasmu” (Kis 1:8).
Kita sudah menyaksikan bahwa janji Allah ini terpenuhi pada saat
Pentekosta, seperti yang kita dengar dalam bacaan pertama. Tuhan
yang bangkit dan duduk disebelah kanan Allah Bapa mengutus Roh Kudus
kepada para murid yang sedang berkumpul diruangan atas.
Dengan kuasa Roh Kudus, Petrus dan para rasul mewartakan Kabar
Sukacita keujung bumi. Di segala jaman dan dalam segala bahasa
Gereja diseluruh dunia terus menerus mewartakan kebesaran Allah dan
memanggil bangsa-bangsa kepada iman, harapan dan kehidupan baru
dalam Kristus.
Saat inipun saya, sebagai penerus Santo Petrus, datang ke tanaah air
yang indah Australia ini untuk menguatkan kalian saudara-saudaraku
dalam iman dan mengundang kalian untuk membuka hati kepada kuasa Roh
Kudus serta menerima anugerah Roh yang tak ternilai harganya itu.
Saya berdoa agar pertemuaan akbar kawula muda dari seluruh dunia ini
menjadi seperti persekutuan para rasul saat Pantekota.(Kis 2:5).
Semoga api cinta kasih Allah di turunkan atas kalian memenuhi hati
kalian, menyatukan kalian sepenuhnya dengan Tuhan dan Gereja serta
mengutus kalian sebagai rasul baru untuk mewartakan Kristus kepada
dunia. “Kalian akan menerima kuasa Jika Roh Kudus turun atas
kalian.” Sabda Tuhan ini memberikan makna yang khusus bagi mereka
yang akan menerima sakramen Krisma pada misa kudus ini.
Sabda Tuhan ini juga ditujukan kepada kita semua-kepada kita semua
yang sudah menerima anugerah Roh rekonsiliasi dan pembaptisan baru;
yang sudah menerima Roh Kudus di dalam hidup sebagai penolong pada
saat menerima sakramen Krisma, dan kita semua yang setiap hari
bertumbuh dalam RahmatNya melalui Ekaristi kudus. Dalam setiap misa
kudus, melalui doa-doa umat Allah, Roh Kudus turun untuk mengubah
roti dan anggur menjadi tubuh dan darah Kristus, untuk mengubah
hidup kita menjadi satu tubuh dan satu Roh dalam Kristus.
Apakah yang dimaksud dengan kuasa Roh Kudus? Kuasa Roh Kudus adalah
kuasa hidup Allah sendiri. Kuasa Roh yang sama seperti Roh yang
melayang-layang dipermukaan air pada saat penciptaan, yang pada
waktunya membangkitkan Yesus dari antara orang mati. Kuasa yang
menuntun kita dan dunia kepada kedatangan kerajaan Allah.
Dalam bacaan Injil hari ini, Jesus mewartakan bahwa dunia baru sudah
datang dengan pencurahan Roh kepada umat manusia (Lk 4:21). Yesus
sendiri yang dikandung oleh Roh Kudus dan dilahirkan oleh perawan
Maria, datang kepada kita untuk memberikan Roh Kudus. Sebagai sumber
kehidupan kita dalam Kristus; Roh Kudus nyata-nyata sebagai jiwa
Gereja; Cinta yang menyatukan kita dengan Tuhan dan dengan satu sama
lain; cahaya yang membuka mata kita kepada keajaiban Tuhan ditengah-
tengah kita.
Di Australia ini, “great south land of the Holy Spirit”, kita semua
mempunyai pengalaman yg tak terlupakan akan kehadiran dan kuasa Roh
Kudus melalui keindahan alam ciptaan. Mata kita terbuka untuk
melihat dunia disekitar kita yang digambarkan oleh penyair sebagai
dipenuhi dengan keagungan Tuhan, dipenuhi dengan kuasa dan kasih
Tuhan.
Disinipun, dipertemuan kaum muda katolik dari seluruh dunia ini,
kita mengalami kehadiran Roh Kudus yang nyata didalam kehidupan
Gereja. Kita menyaksikan Gereja sebagai tubuh Kristus, persekutuan
kasih orang beriman yang merangkul orang dari segala ras, bangsa,
bahasa, dan dari berbagai tempat dalam persatuan yang lahir dari
iman kepada Tuhan yang bangkit. Kuasa Roh Kudus tak henti-hentinya
memberi kehidupan kepada Gereja.
Melalui Rahmat sakramen Gereja, kuasa itu juga mengalir dalam diri
kita, seperti aliran air sungai yang memberi santapan kepada Roh
kita dan membawa kita semakin dekat kepada sumber hidup yang sejati
yaitu Kristus. Santo Ignatius dari Antiokia yang mati sebagai martir
di Roma pada awal abad kedua memberi definisi yang indah tentang
kehadiran kuasa Roh dalam hidup kita. Ia berbicara tentang Roh
sebagai sumber air hidup dalam hati kita yang membisikkan: “datang,
datanglah kepada Bapa” (bdk.Rm 6:1-9).
Kuasa Roh ini adalah Rahmat yang tidak kita peroleh karena perbuatan
baik kita tetapi murni sebagai anugerah Allah. Cinta Allah bekerja
jika kita membiarkannya bekerja dari dalam diri kita. Kita
membiarkan kasih Allah menghancurkan kekerasan hati kita, ketidak
pedulian kita, kelemahan hidup rohani kita, kebutaan kita sehingga
kita terbawa arus dunia jaman ini. Hanya dengan demikian kita
memberi kesempatan kepad Roh Kudus untuk membakar semangat kita,
imaginasi kita dan membentuk keinginan kita yang terdalam.
Oleh karena itu doa sangat penting bagi kita: doa harian, doa hening
kita didepan sakramen Maha Kudus, doa-doa liturgy Gereja. Doa adalah
murni tanggapan kita terhadap Rahmat Tuhan, Cinta yang nyata dalam
perbuatan, persekutuan kita dengan Roh yang tinggal dalam diri kita,
menuntun kita melalui Gereja kepada Bapa di Surga. Dalam kuasa Roh,
Yesus selalu hadir dalam hati kita, menanti kita untuk bercengkerama
dalam keheningan bersamaNya, untuk mendengar suaraNya and menjadi
satu dengan CintaNya and untuk menerima kuasa dari surga,
memungkinkan kita menjadi garam dan cahaya dunia.
Pada saat Yesus naik kesurga, Ia bersabda: ” Kamu akan menjadi
saksiku…sampai akhir jaman.”( Kis 1:8).. Di Australia, marilah kita
bersyukur kapada Tuhan atas anugerah iman yang telah diwariskan
seperti harta yang diwariskan dari generasi ke generasi di dalam
persekutuan Gereja. Di sini di Ocenia, marilah kita bersyukur secara
khusus untuk kepahlawanan para Misionaris, para pastor dan religius,
orangtua dan kakek-nenek, guru-guru, ketekis, yang membangun Gereja
di tanah ini; yang terberkati Maria MacKillop, Santo Peter Chanel,
yang terberkati Peter To Rot dan masih banyak lagi yang lain. Kuasa
Roh Kudus tampak dalam hidup mereka dan masih tetap bekerja sampai
saat ini pada mereka yang ditinggalknanya, dalam masyarakat yang
mereka bangun dan yang mereka wariskan kepada kalian.
Saudara kaum muda, saya ingin mengajukan pertanyaan. Apa yang akan
kalian wariskan kepada generasi yang akan datang? Apakah kalian
membangun fondasi yang kuat yang dapat bertahan? Apakah hidup kalian
terbuka untuk Roh Kudus ditengah-tengah dunia yang melupakan Tuhan,
yang menolak Tuhan dengan dalih palsu seperti kebebasan?
Bagaimana kalian menggunakan anugerah yang telah diberikan, kuasa
yang akan diberikan oleh Roh Kudus?Legasi apakah yang akan kalian
wariskan kepada generasi yang akan datang? Kelebihan apa yang akan
kalian ciptakan? Kuasa Roh Kudus tidak hanya menerangi dan menghibur
kita tetapi juga menuntun kita kepada masa depan, kepada kedatangan
kerajaan Allah. Betapa besar rencana penebusan dan pembaharuan
manusia oleh kabar Sukacita pada jaman baru ini!
Santo Lukas mengatakan bahwa Yesus adalah kepenuhan janji Allah; Ia
adalah Mesias yang mempunyai kepenuhan Roh Kudus yang diberikanNya
kepada dunia. Janji pencurahan Roh Kudus kepada manusia itulah yang
merupakan harapan dan pembebasan dari segala sesuatu yang
memperbudak kita.Ia memelikkan orang buta; membebaskan
tawanan,membangun persatuan dan kesatuan dalam keragaman (bdk Lk
4:18-19; Is 61:1-2). Kuasa ini mampu menciptakan dunia baru:
mampu “membaharui muka bumi” (Ps 104:30).
Dengan kekuatan Roh Kudus dan dari iman yang teguh, generasi muda
Katolik terpanggil untuk membangun dunia yang menerima, menghargai
serta menumbuhkan anugerah kehidupan, bukan dunia yang menolak dan
bahkan merusak kehidupan. Dunia baru dimana cinta bukanlah cinta
yang rakus, yang mencari ketenaraan diri sendiri tetapi cinta yang
murni, setia dan bebas, yang terbuka bagi sesama, menghormati harkat
manusia, mencari kebaikan, memancarkan suka cita dan keindahan.
Dunia baru dimana ada harapan yang membebaskan kita dari kedangkalan
hidup, dari apati yang membunuh jiwa dan meracuni relasi kita.
Sahabat-sahabat muda, Tuhan meminta kalian menjadi nabi jaman ini,
menjadi duta cintaNya, mengundang sesama kepada Bapa dan membangun
harapan masa depan bagi semua manusia.
Dunia membutuhkan pembaharuan seperti ini! Di banyak masyarakaat,
seiring dengan kemakmuran materi, terjadi kekeringan rohani:
kekosongan jiwa, ketakutaan yang tidak jelas penyebabnya, keputus-
asaan. Betapa banyaknya manusia jaman kita ini yang dalam pencarian
arti hidup ternyata sia-sia seperti membangun bak air yang kosong,
rapuh dan retak (Yer 2:13); arti hidup yang penuh hanya ditemukan
dalam mengasihi!
Inilah anugerah besar Kabar Suka cita: menyiratkan panggilan
manusia, panggilan untuk menemukaan kepenuhan dalan cinta. Inilah
pewahyuan kebenaran tentang manusia dan kebenaran tentang hidup.
Gereja juga memerlukan pembaharuan semacam ini! Gereja membutuhkan
iman kalian, idealisme kalian,dan kemurahan hati kalian. Dengan
demikian Gereja akan selalu muda dalam Roh (bdk Lumen Gentium 4).
Dalam bacaan kedua hari ini, Rasul Paulus mengingatkan kita bahwa
kita sudah menerima anugerah untuk membangun tubuh Kristus. Gereja
membutuhkan kawula muda. Gereja harus bertumbuh dengan kuasa Roh
Kudus yang memberikan sukacita pada masa muda kalian, yang
memberikan inspirasi untuk melayani Tuhan dengan sukacita. Bukalah
hati kalian bagi kuasa Roh Kudus!
Saya menghimbau ini secara khusus kepada kalian yang terpanggil
sebagai imam dan religius. Jangan takut mengatakan “YA” kepada
Yesus, temukan sukacita dalam melayani kehendakNya, berikan
sepenuhnya hidup kalian sepenuhnya untuk mengejar kekudusan dan
menggunakan semua talenta untuk melayani sesama.
Beberapa saat lagi kita akan merayakan sakramen Krisma. Roh Kudus
akan turun atas para calon. Mereka akan dimeterai dengan anugerah
Roh Kudus dan selanjutnya akan diutus menjadi saksi Kristus. Apakah
artinya dimeterai dengan Roh Kudus? Artinya akan diberi tanda yang
tidak akan bisa terhapus atau diganti dan akan menjadi ciptaan
baru.Bagi yang telah menerima anugerah ini segala sesuatu tidak akan
sama lagi.
Dibaptis dalam Roh (bdk 1 Kor 12;13) artinya dibakar dengan api
cinta Allah. Diberi minum dengan Roh artinya disegarkan dengan
rencana Allah yang indah buat kita dan buat dunia dan selanjutnya
menjadi sumber kesegaran rohani bagi sesama. Dimeterai dengan Roh
Kudus artinya tidak lagi takut bersaksi tentang Kristus. Membiarkan
kebenaran Injil memancar dengan cara kita melihat, berpikir dan
bertindak serta dalam kita bekerja untuk mewujudkan peradaban cinta.
Pada saat kita mendoakan calon Krisma, marilah kita mohon kuasa Roh
Kudus untuk membaharui sakramen Krisma kita juga. Semoga Tuhan
mencurahkan anugerahNya secara berlimpah kepada kita semua yang
hadir di Sydney, di Australia dan bagi semua manusia. Semoga kita
semua satu persatu di perbaharui dalam Roh kebijaksanaan,
pengertian, dengan Roh kebenaran dan keberanian, dengan Roh
pengetahuan dan hormat, dengan Roh keheranan akan kehadiran Allah.
Melalui pengantara Maria, Ibunda Gereja, semoga Hari Kawula Muda
Sedunia yang ke 23 ini menjadi pengalaman seperti yang terjadi pada
hari Pentekosta dimana kita semua terbakar oleh api cinta Roh Kudus,
dan kita semua pergi untuk mewartakan kebangkitan Tuhan Yesus serta
membawa semua orang kepada Tuhan…Amin.
Semoga Orang Muda Katolik Indonesia menjadi lebih berani dalam
mewartakan karya penyelamatan dalam situasi dan kondisi nyata dalam
kehidupan Bangsa dan Negara.Amin, 100% orang Katolik dan 100% orang
Indonesia.
Diterjemahkan oleh P. Ignatius Sudaryanto, CICM
Melbourne (stunas@yahoo. com)
Filed under Uncategorized | Comment (0)PESAN UNTUK AKHIR BULAN RAMADAN Idul Fitri 1429 H./ 2008 AD

DEWAN KEPAUSAN UNTUK DIALOG ANTAR AGAMA
Kristen dan Muslim: Bersama untuk Martabat Keluarga
PESAN UNTUK AKHIR BULAN RAMADAN
Idul Fitri 1429 H./ 2008 AD
Kota Vatikan
Saudara-saudari Umat Muslim,
1. Dengan semakin mendekatnya akhir bulan Ramadan, dan mengikuti tradisi yang kini sudah sangat mapan, dengan senang hati saya menyampaikan ucapan selamat dari Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama. Selama bulan ini orang-orang Kristen yang akrab dengan Anda telah turut mengambil bagian dalam pengheningan refleksi Anda dan dalam perayaan-perayaan keluarga Anda. Dialog dan persahabatan semakin diperkokoh. Puji Tuhan!
2. Sebagaimana yang terjadi di masa lampau, perjumpaan persaudaraan ini juga memberi kita suatu kesempatan untuk mengadakan refleksi bersama tentang pokok pembicaraan timbal-balik yang akan semakin memperkaya hubungan kita satu sama lain dan semakin membantu meningkatkan saling pengenalan kita, baik menyangkut nilai-nilai yang dapat kita nikmati bersama, maupun menyangkut perbedaan-perbedaan di antara kita. Tahun ini kami ingin mengangkat ikhwal Keluarga.
3. Satu dari dokumen-dokumen Konsili Vatikan Kedua, yakni Gaudium et Spes, yang mengupas perihal keberadaan Gereja di dunia modern, menegaskan: “Keselamatan pribadi maupun masyarakat manusiawi dan Kristiani erat berhubungan dengan kesejahteraan rukun perkawinan dan keluarga. Maka umat Kristiani, bersama siapa saja yang menjunjung tinggi rukun hidup itu, dengan tulus hati bergembira tentang pelbagai upaya, yang sekarang ini membantu orang-orang untuk makin mengembangkan rukun cinta-kasih itu dan menghayatinya secara nyata, dan menolong para suami-isteri serta orangtua dalam menjalankan tugas mereka yang luhur. Lagi pula mereka memang mengharapkan manfaat yang lebih besar lagi dari padanya, dan berusaha untuk meningkatkannya” (no. 47).
4. Penegasan itu mengingatkan kita dengan tepat sekali, bahwa perkembangan setiap pribadi manusia dan masyarakat, sebagian besar bergantung pada sehatnya keluarga. Berapa banyak orang yang harus memikul, kadang-kadang bahkan untuk seumur hidupnya, beban berat dari luka-luka batin yang diakibatkan oleh latarbelakang keluarganya yang bermasalah atau yang penuh gejolak? Berapa banyak lelaki dan perempuan yang sekarang berada dalam jurang penderitaan karena narkoba dan kekerasan, sedang berusaha dengan sia-sia untuk sampai pada pemulihan dirinya karena trauma yang diderita pada masa kecilnya? Umat Kristiani dan Umat Muslim dapat dan harus bekerjasama untuk menjamin martabat keluarga-keluarga, baik di masa sekarang ini maupun di masa-masa yang akan datang,.
5. Umat Kristiani dan Umat Muslim sama-sama menjunjung tinggi martabat keluarga-keluarga. Kita juga telah mendapat banyak kesempatan, baik di tingkat lokal maupun internasional, untuk menjalin kerjasama di bidang ini. Keluarga, di mana ada cinta dan kehidupan, di masa saling menghormati dan keramah-tamahan dijumpai dan dan diserahalihkan sebagai harta warisan, adalah sungguh-sungguh “sel dasar dari masyarakat”.
6. Umat Kristiani dan Umat Muslim hendaknya tidak pernah boleh ragu-ragu, bukan hanya dalam hal mengulurkan tangan membantu keluarga-keluaraga yang berada dalam kesulitan, tetapi juga bekerjasama dengan siapa saja yang mempunyai keprihatinan untuk mendukung stabilitas kedudukan keluarga sebagai sebuah lembaga dan tempat diembannya tanggungjawab orangtua, khususnya di bidang pendidikan. Kiranya hanya satu saja yang ingin saya garisbawahi untuk Anda: Keluarga adalah sekolah pertama di mana seorang belajar untuk menghormati yang lain, dengan memperhatikan sepenuhnya identitas dan perbedaan antara yang satu dengan yang lain. Kiranya hal itu hanya akan membawa keuntungan bagi dialog antaragama dan penghayatan kewarganegaraan kita.
7. Sahabat-sahabat yang terkasih, menjelang berakhirnya ibadat puasa Anda, saya berharap, bahwa Anda, bersama dengan keluarga Anda dan mereka semua yang karib dengan Anda, dengan mendapatkan pemurnian dan pembaharuan dari melaksanakan ibadat yang sangat dijunjung tinggi dalam agama Anda ini, sungguh akan menikmati kecerahan dan kesejahteraan dalam hidup Anda! Semoga Allah subhanahu wa taala memenuhi Anda dengan kerahiman dan kedamaian-Nya.
Jean-Louis Kardinal Tauran / Ketua
Uskup Agung Pier Luigi Celata / Sekretaris
PONTIFICAL COUNCIL FOR INTERRELIGIOUS DIALOGUE
00120 Vatican City
Phone: 0039 06 698 84 321
Fax: 0039 06 698 844 94
E-mail: dialogo@interrel.va




