Misa Penutupan Kontingen Indonesia



Dari judulnya sebetulnya misa penutupan ini ditujukan untuk kebersamaan orang Indo di Sydney (CIC) dengan kontingen Indonesia WYD 2008, namun sayangnya menurut info Pak Edy (Salatiga) seusai final mass bersama Pope, mereka pada nyasar gak ketemu gereja OHSL Randwick maka mereka memutuskan untuk kembali ke peristirahatan masing-masing, sehingga hanya sebagian kecil saja dari mereka yang hadir dalam misa penutupan ini.
Misa penutupan ini dipimpin oleh para uskup dengan Mgr. Situmorang selaku celebrant utama, dimulai pukul 06.30 pm dan berlangsung lancar. Menjelang akhir misa, Romo Ho Tombokan selaku koordinator utama WYD untuk kontingen Indonesia menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat; pak Konjen dan staff pemerintah Indonesia di Sydney, para volunteer, panitia, para uskup, romo, suster yang hadir, seluruh umat yang membantu dan tak lupa selamat jalan kepada para pilgrim Indonesia yang akan pulang satu per satu mulai hari ini. Dalam kesempatan ini, bapak uskup Hilarius & bapak uskup Situmorang ikut ngomong tentang hebatnya misa penutupan di pacuan kuda (hehe…), dan memberikan pesan kepada seluruh pilgrim bahwa Holy Spirit yang sudah tertatam di hati kita harus terus dipelihari dan jangan sampai padam semangatnya hingga world youth day berikutnya dan jadilah My Witnessess, sesuai tema WYD kali ini. Pak Sudarmoyo, selaku Konjen juga memberikan proficiat untuk kontinen Indonesia dan kelancaran seluruh acara. Romo Jhon selaku romo yang sibuk dan aktif sejak setahun sebelum WYD dimulai, merasakan sedikit kekecewaan karena Bapa Suci Paus Benediktus sama sekali tidak menyinggung tentang gereja Asia, karena dalam setiap homili dan misa, beliau hanya menyampaikannya dalam bahasa Inggris, Italia, Perancis, dan Spanyol, ikut berbangga hati dengan WYD ini.




Dan diakhir misa, Romo Ho menjanjikan pembagian nasi goreng dengan 1 orang dapet 3 box plus water, siiiiiiiiip, nggak?

Filed under World Youth Day'08 | Comment (0)
Leave a Reply











