Kedatangan Paus di Amman, Jordania

May 8th, 2009

Waiting to greet the pope on Arab soil was King Abdullah II, the 43rd descendent of the prophet Mohammed, accompanied by his wife Rania.

After the Vatican City and Jordanian national anthems were played, the king made a plea for a solution to the people of Palestine, and highlighted the fundamental role that religion plays in the course of humanity and in human dignity.

Abdullah II
“Today, together, we must renew our commitment to mutual respect. Here and now, we must create a new and global dialogue of understanding and good will.”

Benedict XVI
“My visit to Jordan gives me a welcome opportunity to speak of my deep respect for the Muslim community, and to pay tribute to the leadership shown by His Majesty the King in promoting a better understanding of the virtues proclaimed by Islam.”

The pope thanked the kings for allowing the construction of churches in Jordan. He said it was a gesture of respect for other religions and called for the defense of religious freedoms throughout the world, not just in the Middle East.

Benedict also said he hopes his visit would promote good relations between Christians and Muslims.

jmb/rss

edisi 16 November sudah bisa di unduh

November 12th, 2008

akhirnya edisi 16 November kelar dibuat. Silakan bagi rekan rekan yang mendownloadnya dapat melalui link berikut ini (klik on picture);

Photobucket

satu lagi website rujukan katolik

October 25th, 2008

Pagi tadi saya coba googling ‘dokumen gereja’ ~ untuk rekan rekan tahu, terkadang memang sulit untuk menemukan alternatif rujukan informasi Katolik berbahasa Indonesia. Majalah HIDUP belum ada versi online-nya, Mirifica.net jarang diupdate :) (kecuali renungan harian haha), diskusi milis Katolik yang ada kadang terasa garing karena diskusinya jadinya menang menangan tok :( sementara jarang sekali ada terjemahan Bahasa Indonesia di situs resmi vatican.va ~ terakhir yang saya tahu hanya ada terjemahan Indonesian untuk Pesan Untuk Akhir Bulan Ramadan Idul Fitri 1429H/2008AD (yang ditujukan kepada rekan rekan muslim :D ) dan ehm, kok sulit sekali akses tulisan tulisan romo romo yach .. hahaha … saya yang kurang gaul atau memang demikian adanya .. de es te, de es te .. nah beruntung tadi pagi saya menemukan ini www.katolisitas.org ~ isinya betul betul mantabs! dikelola oleh Stefanus Tay & Ingrid Listiati yang memiliki background akademik Teologi Amerika dan juga ada Romo pembimbing Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ.
Menurut beliau ini salah satu ide dari website ini adalah ada orang Katolik yang mungkin tidak pernah membaca doktrin-dokrin Katolik (termasuk saya haha :D ). Padahal waktu kita belajar, kita merasakan bahwa ajaran Katolik begitu kaya, indah, dan harus disebarkan. Dengan pemikiran ini, kita ingin agar pengajaran Katolik dapat disampaikan dengan bahasa yang cukup sederhana, dan dalam jangka panjang website ini (http://katolisitas.org) diharapkan akan menjadi salah satu sumber dokumen Gereja Katolik dalam bahasa Indonesia, karena nantinya akan memuat dokumen-dokumen gereja resmi.

Kita beruntung memiliki mereka, kita (komunitas netter) beruntung karena memiliki tambahan lagi bahan rujukan tentang Katolik yang menyediakan artikel (bahkan tanya jawab!) yang bisa diakses online. Dan semoga semangat berbagi 5 roti dan 2 ikan yang telah mereka lakukan sampai kepada kita untuk kita teruskan lagi .. berikut screen shoot nya .. (click gambar untuk langsung menuju ke www.katolisitas.org)

Photobucket

Perdebatan tentang Maria

September 27th, 2008

Photobucket

By : Romo Yohanes Gani

Suatu hari saya naik bis dari Surabaya menuju ke Malang. Saat itu saya
sangat mengantuk, sebab baru selesai memberi rekoleksi pada murid-murid
sebuah SMA swasta di Prigen.
Pada malam terakhir rekoleksi, anak-anak tidak mau tidur pada jamnya.
Mereka ingin begadang sambil mengobrol berbagai macam topik.

Saya pikir ini adalah kesempatan untuk memasukkan ajaran Gereja secara lebih
mendalam, sebab menjawab berbagai macam pertanyaan kongkrit tentang masalah
remaja. Maka dengan makan kacang dan kue-kue yang mereka bawa, kami ngobrol
sampai nyaris pagi.

Ketika naik bis, saya berharap bisa langsung tidur. Kebetulan ada tempat
kosong, maka langsung saya duduk dengan harapan tidak akan ada orang yang
duduk di sebelah saya. Apalagi orang yang ingin mengajak ngobrol.
Saya ingin segera memejamkan mata. Tapi, beberapa saat sebelum bis
berangkat, seorang bapak duduk di sebelah saya.

Bapak ini berpakaian sangat rapi. Baju putih lengan panjang, dipadu dengan
celana coklat kehitaman. Sebuah tas yang cukup bagus ada dalam gegamannya.
Usia bapak ini kira-kira 50 tahun. Saya menduga dia seorang eksekutif atau
pegawai yang telah punya kedudukan lumayan. Pendek kata penampilannya jauh
sangat rapi dan perlente, sangat berbeda dengan saya yang hanya memakai blue
jeans, kaos oblong dan bersandal jepit.
Setelah melirik sejenak padanya, saya bersiap memejamkan mata, sebab pria di
sebelah saya tampaknya juga tidak ingin diganggu. Dia mulai membaca koran
yang dibawanya.

“Koran kok isinya hanya tentang kekerasan,” katanya seperti mengeluh.

“Apakah sudah tidak ada kasih di dunia ini?” tanyanya pada saya.
Sebagai basa basi saya hanya tersenyum. Saya malas untuk menjawab, sebab
mata sudah tidak bisa diajak kompromi.

“Apakah mahasiswa itu tidak bosan mengadakan demonstrasi? ” tanyanya lagi.
Sekali lagi saya hanya tersenyum.

“Adik ini kuliah atau sudah kerja?” Mau tidak mau saya harus menjawab
pertanyaan ini.

“Saya masih kuliah, Pak,” jawab saya singkat.

“Dimana?” tanyanya mendesak.
“Malang” jawab saya singkat lagi.

Saya berharap orang itu tidak bertanya-tanya lagi. Orang itu
mengangguk-anggukka n kepalanya.

Ternyata dia tidak berhenti bicara. Dia bicara lagi yang isinya
nasehat-nasehat agar saya tidak ikut-ikutan demonstrasi dan melakukan
kejahatan. Saya terpaksa mendengarkan dan sebentar-sebentar menganggukan
kepala menyetujui semua pendapatnya.
Dengan harapan dia merasa puas.

Tampaknya dia pun senang melihat saya setuju dengan pendapatnya.

Sesaat bapak itu diam, tiba-tiba dia bertanya lagi.
“Maaf dik, kalau boleh tahu adik ini beragama apa?”

“Katolik.”

“Oh…… Katolik,” serunya dengan menantapku lebih seksama.

“Kalau saya seorang gembala jemaat Kristen.” Dia lalu mengulurkan
tangannya.Saya pun menjabat uluran tangannya.

“Dik, maaf ya,” katanya setelah berhenti sejenak.

“Mengapa orang Katolik memuja Maria?”

“Entahlah, Pak,” jawab saya seenaknya saja.

“Apa adik tidak pernah berdoa pada Maria?”
“Sering.”

“Mengapa berdoa saja harus berbelit-belit. Melalui birokrasi yang panjang.”

“Maksud bapak?” tanya saya bodoh.
“Kan seharusnya orang berdoa langsung saja pada Yesus, mengapa harus
melalui Maria baru ke Yesus?” tanyanya mempertegas.

Sebetulnya saya enggan berdiskusi soal iman seperti ini, sebab biasanya
diskusi seperti ini tidak menemukan kata akhir. Semua akan bertahan pada
pendapatnya dan hanya mencari pembenaran bagi apa yang diyakininya.
Bagi saya iman itu tidak perlu didiskusikan. Iman itu dijalani,
diaktualisasikan dalam hidup. Selain itu, percuma saya berbicara tentang
Maria, kalau orang yang saya ajak bicara sudah tidak percaya bahkan menolak
peran Maria.

“Ya memang orang Katolik bodoh,” jawab saya seenaknya. Saya berharap bapak
ini puas dan tidak tanya-tanya lagi. Tapi dugaan saya salah.
Bapak ini seperti mendapat angin. Dia semakin bersemangat untuk menjelekan
Maria. Dia mencoba meyakinkan saya bahwa ajaran Katolik salah. Lama-lama
saya jengkel juga mendengar bapak ini dengan seenaknya menjelekan Maria.

“Pak,” kata saya tenang. “Apakah di Gereja bapak ada kebiasaan, misalnya ada
jemaat yang sakit, lalu dia meminta tolong agar pendeta mendoakannya? ”

“Ada,” jawabnya cepat, “Jika ada jemaat saya yang sakit, maka saya dengan
beberapa jemaat mengunjunginya. Lalu kami berdoa mohon kesembuhan baginya.”

“Misalnya, Pak,” tanya saya mencoba mencari ketegasan, “Jika saya adalah
salah satu jemaat bapak, bolehkah saya mengatakan, Pak Pendeta, tolong
doakan saya, sebab saya sedang dalam kesulitan.”

“Ya… ya…. bisa saja,” jawabnya dengan mengangguk-anggukan kepalanya.

Saya tersenyum. Jebakan yang saya buat ternyata cukup bagus, sehingga bapak
tua ini masuk dalam perangkap.

“Pak,” kata saya perlahan, tapi tegas, “Jemaat bapak jauh lebih tolol dari
pada umat Katolik!”

Bapak disamping saya itu tampak terkejut dan marah.

“Seandainya Yesus duduk di depan sana,” kata saya cepat dengan menunjuk pada
sopir, “Lalu bapak datang dengan membawa permohonan dari jemaat bapak dan
Maria juga datang dengan membawa permohonan saya.
Permohonan siapakah kira-kira yang akan dikabulkan oleh Yesus?
Apakah permohonan bapak? Apakah bapak lebih hebat dari ibuNya?”

Bapak di sebelah saya itu semakin tampak jengkel dengan perkataan saya.
Tapi sebelum dia bicara langsung saya cecar dengan pertanyaan-pertanya an
yang tidak membutuhkan jawaban.
“Siapakah yang memaksa Yesus untuk membuat mujijat di Kana? Maria, Pak!
Siapakah yang setia pada Yesus sampai di bawah kaki salib? Maria, Pak!”
kata saya dengan nada yang semakin meninggi, “Tapi siapakah yang menyalibkan
Yesus? Para imam-imam kepala, kaum Farisi dan ahli-ahli kitab, Pak!
Saya rasa kalau kejadian itu terjadi saat ini, mungkin bapak adalah salah
satu yang ikut mengadili dan menfitnah Yesus agar Dia disalibkan!” Saya
lihat wajah bapak itu memerah, entah marah atau malu saya tidak tahu. Tapi
setelah itu dia diam tidak bertanya-tanya lagi. Apalagi menjelekan Maria.
Saya bisa tidur dengan tenang sampai Malang.

Untung bapak itu tidak tahu bahwa saya juga seorang imam.

Maka berdoalah melalui Maria, sebab dia adalah ibu yang baik yang akan
membawa permohonan-permohon an kita pada Yesus, putranya.

Doa BAPA KAMI (kaum tertindas)

September 24th, 2008

Photobucket

BAPA KAMI KAUM TERTINDAS
(oleh Kelompok pinggiran/Keping Surakarta, dengan perubahan)

Bapa kami yang ada di Surga,
Engkaulah Allah yang memihak orang yang miskin, bukan pada orang yang gila harta
Engkaulah Allah yang berdiri di sisi orang yang tertindas, bukan pada orang yang gila kuasa
Engkaulah Allah yang berbelas kasih pada orang yang hina, bukan pada orang-orang yang gila hormat

Dimuliakanlah namaMu,
Di antara para petani, yang harus menggarap sawah-sawah tergadai
Di lingkungan para buruh, yang harus berteduh di gubug kumuh
Di kalangan anak desa, yang harus mandi di kali tercemar
Di antara rakyat kecil, yang tergusur demi suksesnya pembangunan

Datanglah kerajaanMu,
Yakni dunia baru yang berundang-undang cinta kasih
Yang berhalauan perdamaian, yang bertatanan keadilan

Jadilah kehendakMu di atas bumi,
Untuk memberi makan pada yang lapar
Untuk memberi minum pada yang haus
Untuk memberi tumpangan pada para pendatang
Untuk memberi pakaian pada yang telanjang
Untuk melawat mereka yang sakit
Untuk mengunjungi mereka yang ada dalam penjara
Untuk memperjuangkan hak-hak mereka yang tertimpa ketidakadilan

Seperti di dalam Surga,
Yang berpihak pada rakyat kecil
Yang menentang segala bentuk intimidasi
Yang menghilangkan segala upaya pembodohan masyarakat
Yang membongkar segala praktek bisnis serakah tanpa moral
Yang mendobrak segala praktek penyalahgunaan kekuasaan

Berilah kami rejeki pada hari ini,
Agar kami kuat dan berkobar dalam membongkar budaya bisu
Agar kami kuat dan pantang mundur dalam melawan budaya takut
Agar kami kuat dan berani menentang budaya pakewuh

Dan ampunilah kesalahan kami,
Karena kami diam, ketika pohon-pohon dibabat untuk illegal logging
Karena kami bungkam, ketika rumah dan ladang digusur kolam Lumpur
Karena kami bisu, ketika sawah-sawah dirampas untuk rumah mewah
Karena kami tak acuh, ketika rakyat kecil disingkirkan demi gemerlapnya keindahan kota

Seperti kami pun mengampuni,
Mereka yang bersalah kepada rakyat melalui sistem pembodohan massal
sehingga rakyat hanya mampu mengucap ‘ya, ya dan ya’

Jangan masukkan kami ke dalam percobaan,
Sehingga kamipun ikut melakukan kekerasan seperti mereka yang tidak mengenal Tuhan
Sehingga kami hanya mampu melontarkan kritik tanpa kami sendiri bertindak adil, jujur, dan bertanggungjawab
Sehingga kami berpihak dan membantu orang kecil tetapi kami sendiri tidak terlepas dari permainan manipulasi

Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat,
Yakni pikiran yang memonopoli kekayaan alam,
Perkataan untuk memanipulasi pendapat umum,
Perbuatan yang melecehkan keinginan rakyat.

AMIN.

Homili Bapa Suci pada misa penutupan Hari Pemuda Sedunia 2008

September 22nd, 2008

Photobucket

Homili Bapa Suci pada misa penutupan Hari Pemuda Sedunia 2008

Dengan kekuatan Roh Kudus dan dari iman yang teguh, generasi muda
Katolik terpanggil untuk membangun dunia yang menerima, menghargai
serta menumbuh kembangkankan anugerah kehidupan, bukan dunia yang
menolak dan bahkan merusak kehidupan..

Saudara-saudara,

“Kamu akan menerima kuasa jika Roh Kudus turun atasmu” (Kis 1:8).
Kita sudah menyaksikan bahwa janji Allah ini terpenuhi pada saat
Pentekosta, seperti yang kita dengar dalam bacaan pertama. Tuhan
yang bangkit dan duduk disebelah kanan Allah Bapa mengutus Roh Kudus
kepada para murid yang sedang berkumpul diruangan atas.

Dengan kuasa Roh Kudus, Petrus dan para rasul mewartakan Kabar
Sukacita keujung bumi. Di segala jaman dan dalam segala bahasa
Gereja diseluruh dunia terus menerus mewartakan kebesaran Allah dan
memanggil bangsa-bangsa kepada iman, harapan dan kehidupan baru
dalam Kristus.

Saat inipun saya, sebagai penerus Santo Petrus, datang ke tanaah air
yang indah Australia ini untuk menguatkan kalian saudara-saudaraku
dalam iman dan mengundang kalian untuk membuka hati kepada kuasa Roh
Kudus serta menerima anugerah Roh yang tak ternilai harganya itu.
Saya berdoa agar pertemuaan akbar kawula muda dari seluruh dunia ini
menjadi seperti persekutuan para rasul saat Pantekota.(Kis 2:5).

Semoga api cinta kasih Allah di turunkan atas kalian memenuhi hati
kalian, menyatukan kalian sepenuhnya dengan Tuhan dan Gereja serta
mengutus kalian sebagai rasul baru untuk mewartakan Kristus kepada
dunia. “Kalian akan menerima kuasa Jika Roh Kudus turun atas
kalian.” Sabda Tuhan ini memberikan makna yang khusus bagi mereka
yang akan menerima sakramen Krisma pada misa kudus ini.

Sabda Tuhan ini juga ditujukan kepada kita semua-kepada kita semua
yang sudah menerima anugerah Roh rekonsiliasi dan pembaptisan baru;
yang sudah menerima Roh Kudus di dalam hidup sebagai penolong pada
saat menerima sakramen Krisma, dan kita semua yang setiap hari
bertumbuh dalam RahmatNya melalui Ekaristi kudus. Dalam setiap misa
kudus, melalui doa-doa umat Allah, Roh Kudus turun untuk mengubah
roti dan anggur menjadi tubuh dan darah Kristus, untuk mengubah
hidup kita menjadi satu tubuh dan satu Roh dalam Kristus.

Apakah yang dimaksud dengan kuasa Roh Kudus? Kuasa Roh Kudus adalah
kuasa hidup Allah sendiri. Kuasa Roh yang sama seperti Roh yang
melayang-layang dipermukaan air pada saat penciptaan, yang pada
waktunya membangkitkan Yesus dari antara orang mati. Kuasa yang
menuntun kita dan dunia kepada kedatangan kerajaan Allah.

Dalam bacaan Injil hari ini, Jesus mewartakan bahwa dunia baru sudah
datang dengan pencurahan Roh kepada umat manusia (Lk 4:21). Yesus
sendiri yang dikandung oleh Roh Kudus dan dilahirkan oleh perawan
Maria, datang kepada kita untuk memberikan Roh Kudus. Sebagai sumber
kehidupan kita dalam Kristus; Roh Kudus nyata-nyata sebagai jiwa
Gereja; Cinta yang menyatukan kita dengan Tuhan dan dengan satu sama
lain; cahaya yang membuka mata kita kepada keajaiban Tuhan ditengah-
tengah kita.

Di Australia ini, “great south land of the Holy Spirit”, kita semua
mempunyai pengalaman yg tak terlupakan akan kehadiran dan kuasa Roh
Kudus melalui keindahan alam ciptaan. Mata kita terbuka untuk
melihat dunia disekitar kita yang digambarkan oleh penyair sebagai
dipenuhi dengan keagungan Tuhan, dipenuhi dengan kuasa dan kasih
Tuhan.

Disinipun, dipertemuan kaum muda katolik dari seluruh dunia ini,
kita mengalami kehadiran Roh Kudus yang nyata didalam kehidupan
Gereja. Kita menyaksikan Gereja sebagai tubuh Kristus, persekutuan
kasih orang beriman yang merangkul orang dari segala ras, bangsa,
bahasa, dan dari berbagai tempat dalam persatuan yang lahir dari
iman kepada Tuhan yang bangkit. Kuasa Roh Kudus tak henti-hentinya
memberi kehidupan kepada Gereja.

Melalui Rahmat sakramen Gereja, kuasa itu juga mengalir dalam diri
kita, seperti aliran air sungai yang memberi santapan kepada Roh
kita dan membawa kita semakin dekat kepada sumber hidup yang sejati
yaitu Kristus. Santo Ignatius dari Antiokia yang mati sebagai martir
di Roma pada awal abad kedua memberi definisi yang indah tentang
kehadiran kuasa Roh dalam hidup kita. Ia berbicara tentang Roh
sebagai sumber air hidup dalam hati kita yang membisikkan: “datang,
datanglah kepada Bapa” (bdk.Rm 6:1-9).

Kuasa Roh ini adalah Rahmat yang tidak kita peroleh karena perbuatan
baik kita tetapi murni sebagai anugerah Allah. Cinta Allah bekerja
jika kita membiarkannya bekerja dari dalam diri kita. Kita
membiarkan kasih Allah menghancurkan kekerasan hati kita, ketidak
pedulian kita, kelemahan hidup rohani kita, kebutaan kita sehingga
kita terbawa arus dunia jaman ini. Hanya dengan demikian kita
memberi kesempatan kepad Roh Kudus untuk membakar semangat kita,
imaginasi kita dan membentuk keinginan kita yang terdalam.

Oleh karena itu doa sangat penting bagi kita: doa harian, doa hening
kita didepan sakramen Maha Kudus, doa-doa liturgy Gereja. Doa adalah
murni tanggapan kita terhadap Rahmat Tuhan, Cinta yang nyata dalam
perbuatan, persekutuan kita dengan Roh yang tinggal dalam diri kita,
menuntun kita melalui Gereja kepada Bapa di Surga. Dalam kuasa Roh,
Yesus selalu hadir dalam hati kita, menanti kita untuk bercengkerama
dalam keheningan bersamaNya, untuk mendengar suaraNya and menjadi
satu dengan CintaNya and untuk menerima kuasa dari surga,
memungkinkan kita menjadi garam dan cahaya dunia.

Pada saat Yesus naik kesurga, Ia bersabda: ” Kamu akan menjadi
saksiku…sampai akhir jaman.”( Kis 1:8).. Di Australia, marilah kita
bersyukur kapada Tuhan atas anugerah iman yang telah diwariskan
seperti harta yang diwariskan dari generasi ke generasi di dalam
persekutuan Gereja. Di sini di Ocenia, marilah kita bersyukur secara
khusus untuk kepahlawanan para Misionaris, para pastor dan religius,
orangtua dan kakek-nenek, guru-guru, ketekis, yang membangun Gereja
di tanah ini; yang terberkati Maria MacKillop, Santo Peter Chanel,
yang terberkati Peter To Rot dan masih banyak lagi yang lain. Kuasa
Roh Kudus tampak dalam hidup mereka dan masih tetap bekerja sampai
saat ini pada mereka yang ditinggalknanya, dalam masyarakat yang
mereka bangun dan yang mereka wariskan kepada kalian.

Saudara kaum muda, saya ingin mengajukan pertanyaan. Apa yang akan
kalian wariskan kepada generasi yang akan datang? Apakah kalian
membangun fondasi yang kuat yang dapat bertahan? Apakah hidup kalian
terbuka untuk Roh Kudus ditengah-tengah dunia yang melupakan Tuhan,
yang menolak Tuhan dengan dalih palsu seperti kebebasan?

Bagaimana kalian menggunakan anugerah yang telah diberikan, kuasa
yang akan diberikan oleh Roh Kudus?Legasi apakah yang akan kalian
wariskan kepada generasi yang akan datang? Kelebihan apa yang akan
kalian ciptakan? Kuasa Roh Kudus tidak hanya menerangi dan menghibur
kita tetapi juga menuntun kita kepada masa depan, kepada kedatangan
kerajaan Allah. Betapa besar rencana penebusan dan pembaharuan
manusia oleh kabar Sukacita pada jaman baru ini!

Santo Lukas mengatakan bahwa Yesus adalah kepenuhan janji Allah; Ia
adalah Mesias yang mempunyai kepenuhan Roh Kudus yang diberikanNya
kepada dunia. Janji pencurahan Roh Kudus kepada manusia itulah yang
merupakan harapan dan pembebasan dari segala sesuatu yang
memperbudak kita.Ia memelikkan orang buta; membebaskan
tawanan,membangun persatuan dan kesatuan dalam keragaman (bdk Lk
4:18-19; Is 61:1-2). Kuasa ini mampu menciptakan dunia baru:
mampu “membaharui muka bumi” (Ps 104:30).

Dengan kekuatan Roh Kudus dan dari iman yang teguh, generasi muda
Katolik terpanggil untuk membangun dunia yang menerima, menghargai
serta menumbuhkan anugerah kehidupan, bukan dunia yang menolak dan
bahkan merusak kehidupan. Dunia baru dimana cinta bukanlah cinta
yang rakus, yang mencari ketenaraan diri sendiri tetapi cinta yang
murni, setia dan bebas, yang terbuka bagi sesama, menghormati harkat
manusia, mencari kebaikan, memancarkan suka cita dan keindahan.
Dunia baru dimana ada harapan yang membebaskan kita dari kedangkalan
hidup, dari apati yang membunuh jiwa dan meracuni relasi kita.

Sahabat-sahabat muda, Tuhan meminta kalian menjadi nabi jaman ini,
menjadi duta cintaNya, mengundang sesama kepada Bapa dan membangun
harapan masa depan bagi semua manusia.

Dunia membutuhkan pembaharuan seperti ini! Di banyak masyarakaat,
seiring dengan kemakmuran materi, terjadi kekeringan rohani:
kekosongan jiwa, ketakutaan yang tidak jelas penyebabnya, keputus-
asaan. Betapa banyaknya manusia jaman kita ini yang dalam pencarian
arti hidup ternyata sia-sia seperti membangun bak air yang kosong,
rapuh dan retak (Yer 2:13); arti hidup yang penuh hanya ditemukan
dalam mengasihi!

Inilah anugerah besar Kabar Suka cita: menyiratkan panggilan
manusia, panggilan untuk menemukaan kepenuhan dalan cinta. Inilah
pewahyuan kebenaran tentang manusia dan kebenaran tentang hidup.

Gereja juga memerlukan pembaharuan semacam ini! Gereja membutuhkan
iman kalian, idealisme kalian,dan kemurahan hati kalian. Dengan
demikian Gereja akan selalu muda dalam Roh (bdk Lumen Gentium 4).
Dalam bacaan kedua hari ini, Rasul Paulus mengingatkan kita bahwa
kita sudah menerima anugerah untuk membangun tubuh Kristus. Gereja
membutuhkan kawula muda. Gereja harus bertumbuh dengan kuasa Roh
Kudus yang memberikan sukacita pada masa muda kalian, yang
memberikan inspirasi untuk melayani Tuhan dengan sukacita. Bukalah
hati kalian bagi kuasa Roh Kudus!

Saya menghimbau ini secara khusus kepada kalian yang terpanggil
sebagai imam dan religius. Jangan takut mengatakan “YA” kepada
Yesus, temukan sukacita dalam melayani kehendakNya, berikan
sepenuhnya hidup kalian sepenuhnya untuk mengejar kekudusan dan
menggunakan semua talenta untuk melayani sesama.

Beberapa saat lagi kita akan merayakan sakramen Krisma. Roh Kudus
akan turun atas para calon. Mereka akan dimeterai dengan anugerah
Roh Kudus dan selanjutnya akan diutus menjadi saksi Kristus. Apakah
artinya dimeterai dengan Roh Kudus? Artinya akan diberi tanda yang
tidak akan bisa terhapus atau diganti dan akan menjadi ciptaan
baru.Bagi yang telah menerima anugerah ini segala sesuatu tidak akan
sama lagi.

Dibaptis dalam Roh (bdk 1 Kor 12;13) artinya dibakar dengan api
cinta Allah. Diberi minum dengan Roh artinya disegarkan dengan
rencana Allah yang indah buat kita dan buat dunia dan selanjutnya
menjadi sumber kesegaran rohani bagi sesama. Dimeterai dengan Roh
Kudus artinya tidak lagi takut bersaksi tentang Kristus. Membiarkan
kebenaran Injil memancar dengan cara kita melihat, berpikir dan
bertindak serta dalam kita bekerja untuk mewujudkan peradaban cinta.

Pada saat kita mendoakan calon Krisma, marilah kita mohon kuasa Roh
Kudus untuk membaharui sakramen Krisma kita juga. Semoga Tuhan
mencurahkan anugerahNya secara berlimpah kepada kita semua yang
hadir di Sydney, di Australia dan bagi semua manusia. Semoga kita
semua satu persatu di perbaharui dalam Roh kebijaksanaan,
pengertian, dengan Roh kebenaran dan keberanian, dengan Roh
pengetahuan dan hormat, dengan Roh keheranan akan kehadiran Allah.

Melalui pengantara Maria, Ibunda Gereja, semoga Hari Kawula Muda
Sedunia yang ke 23 ini menjadi pengalaman seperti yang terjadi pada
hari Pentekosta dimana kita semua terbakar oleh api cinta Roh Kudus,
dan kita semua pergi untuk mewartakan kebangkitan Tuhan Yesus serta
membawa semua orang kepada Tuhan…Amin.

Semoga Orang Muda Katolik Indonesia menjadi lebih berani dalam
mewartakan karya penyelamatan dalam situasi dan kondisi nyata dalam
kehidupan Bangsa dan Negara.Amin, 100% orang Katolik dan 100% orang
Indonesia.

Diterjemahkan oleh P. Ignatius Sudaryanto, CICM

Melbourne (stunas@yahoo. com)

PESAN UNTUK AKHIR BULAN RAMADAN Idul Fitri 1429 H./ 2008 AD

September 22nd, 2008

Photobucket

DEWAN KEPAUSAN UNTUK DIALOG ANTAR AGAMA
Kristen dan Muslim: Bersama untuk Martabat Keluarga

PESAN UNTUK AKHIR BULAN RAMADAN
Idul Fitri 1429 H./ 2008 AD

Kota Vatikan

Saudara-saudari Umat Muslim,

1. Dengan semakin mendekatnya akhir bulan Ramadan, dan mengikuti tradisi yang kini sudah sangat mapan, dengan senang hati saya menyampaikan ucapan selamat dari Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama. Selama bulan ini orang-orang Kristen yang akrab dengan Anda telah turut mengambil bagian dalam pengheningan refleksi Anda dan dalam perayaan-perayaan keluarga Anda. Dialog dan persahabatan semakin diperkokoh. Puji Tuhan!

2. Sebagaimana yang terjadi di masa lampau, perjumpaan persaudaraan ini juga memberi kita suatu kesempatan untuk mengadakan refleksi bersama tentang pokok pembicaraan timbal-balik yang akan semakin memperkaya hubungan kita satu sama lain dan semakin membantu meningkatkan saling pengenalan kita, baik menyangkut nilai-nilai yang dapat kita nikmati bersama, maupun menyangkut perbedaan-perbedaan di antara kita. Tahun ini kami ingin mengangkat ikhwal Keluarga.

3. Satu dari dokumen-dokumen Konsili Vatikan Kedua, yakni Gaudium et Spes, yang mengupas perihal keberadaan Gereja di dunia modern, menegaskan: “Keselamatan pribadi maupun masyarakat manusiawi dan Kristiani erat berhubungan dengan kesejahteraan rukun perkawinan dan keluarga. Maka umat Kristiani, bersama siapa saja yang menjunjung tinggi rukun hidup itu, dengan tulus hati bergembira tentang pelbagai upaya, yang sekarang ini membantu orang-orang untuk makin mengembangkan rukun cinta-kasih itu dan menghayatinya secara nyata, dan menolong para suami-isteri serta orangtua dalam menjalankan tugas mereka yang luhur. Lagi pula mereka memang mengharapkan manfaat yang lebih besar lagi dari padanya, dan berusaha untuk meningkatkannya” (no. 47).

4. Penegasan itu mengingatkan kita dengan tepat sekali, bahwa perkembangan setiap pribadi manusia dan masyarakat, sebagian besar bergantung pada sehatnya keluarga. Berapa banyak orang yang harus memikul, kadang-kadang bahkan untuk seumur hidupnya, beban berat dari luka-luka batin yang diakibatkan oleh latarbelakang keluarganya yang bermasalah atau yang penuh gejolak? Berapa banyak lelaki dan perempuan yang sekarang berada dalam jurang penderitaan karena narkoba dan kekerasan, sedang berusaha dengan sia-sia untuk sampai pada pemulihan dirinya karena trauma yang diderita pada masa kecilnya? Umat Kristiani dan Umat Muslim dapat dan harus bekerjasama untuk menjamin martabat keluarga-keluarga, baik di masa sekarang ini maupun di masa-masa yang akan datang,.

5. Umat Kristiani dan Umat Muslim sama-sama menjunjung tinggi martabat keluarga-keluarga. Kita juga telah mendapat banyak kesempatan, baik di tingkat lokal maupun internasional, untuk menjalin kerjasama di bidang ini. Keluarga, di mana ada cinta dan kehidupan, di masa saling menghormati dan keramah-tamahan dijumpai dan dan diserahalihkan sebagai harta warisan, adalah sungguh-sungguh “sel dasar dari masyarakat”.

6. Umat Kristiani dan Umat Muslim hendaknya tidak pernah boleh ragu-ragu, bukan hanya dalam hal mengulurkan tangan membantu keluarga-keluaraga yang berada dalam kesulitan, tetapi juga bekerjasama dengan siapa saja yang mempunyai keprihatinan untuk mendukung stabilitas kedudukan keluarga sebagai sebuah lembaga dan tempat diembannya tanggungjawab orangtua, khususnya di bidang pendidikan. Kiranya hanya satu saja yang ingin saya garisbawahi untuk Anda: Keluarga adalah sekolah pertama di mana seorang belajar untuk menghormati yang lain, dengan memperhatikan sepenuhnya identitas dan perbedaan antara yang satu dengan yang lain. Kiranya hal itu hanya akan membawa keuntungan bagi dialog antaragama dan penghayatan kewarganegaraan kita.

7. Sahabat-sahabat yang terkasih, menjelang berakhirnya ibadat puasa Anda, saya berharap, bahwa Anda, bersama dengan keluarga Anda dan mereka semua yang karib dengan Anda, dengan mendapatkan pemurnian dan pembaharuan dari melaksanakan ibadat yang sangat dijunjung tinggi dalam agama Anda ini, sungguh akan menikmati kecerahan dan kesejahteraan dalam hidup Anda! Semoga Allah subhanahu wa taala memenuhi Anda dengan kerahiman dan kedamaian-Nya.

Jean-Louis Kardinal Tauran / Ketua
Uskup Agung Pier Luigi Celata / Sekretaris

PONTIFICAL COUNCIL FOR INTERRELIGIOUS DIALOGUE
00120 Vatican City
Phone: 0039 06 698 84 321
Fax: 0039 06 698 844 94
E-mail: dialogo@interrel.va

dijual sibori world youth day ‘08

September 15th, 2008

iseng iseng saya kunjungi ebay hari ini, setelah beberapa minggu terakhir jualan saya tidak laku :( dan kali ini ada yang aneh dengan pencarian “world youth day” karena saya nemu power seller (ini julukan kepada ebayer yang oleh ebay dianggap memiliki berapa kriteria sebagai penjual terbaik) menjual barang barang yang menurut saya sedikit aneh untuk dijual tapi ternyata memiliki nilai tinggi.
Kenapa aneh? coba check disini

Photobucket

betul, salah satunya yang dijual adalah Sibori ex World Youth Day. Masih 2 hari lagi ending start from today, jadi kalo ada rekan yang mau nge-bid silakan log :) lumayan kenang kenangan dahsyat dari World Youth Day karena tidak dijual bebas dan menurut yang jual this is the only one. satu satunya.
O ya dan dari sellernya juga memberikan bonus 500 hosti (isinya) jika andalah pemenang bidding ini. so have a nice bid ya …