Mengapa Madrid yang terpilih untuk WYD 2011 ?
Berangkat dari rasa penasaran tentang terpilihnya Madrid sebagai WYD host selanjutnya (kok bukan Indonesia:-) ) maka saya mencoba browsing sana-sini. Emang sih pengumuman tentang WYD host selanjutnya udah bikin penasaran banyak orang dari mulai WYD digelar, dan Bapa Paus mengumumkannya dengan begitu jelas “World Youth Day 2011 will take place in Madrid, Spain” dan berita gembira ini seolah-olah menjadi kado bagi 5000 pilgrim terbanyak Spanyol yang datang kemarin. “Until then, let us continue to pray for one another and let us joyfully bear witness to Christ before the world,” Pope said.
Namun berdasarkan berita yang dirilis di beberapa website menyebutkan bahwa keputusan memilih Madrid adalah keputusan yang diambil secara pribadi oleh Bapa Paus dan juga Kardinal Antonio Maria Rouco Varela dari Madrid telah melakukan lobi ke Vatikan untuk mendapatkan kesempatan sebagai host WYD.
Kesempatan untuk menyelenggarakan event international ini akan memberikan semangat kepada kaum Katolik Spanyol untuk berjuang melawan sekularisasi dan melindungi prinsip-prinsip tradisional Kristiani yang ditentang oleh pemerintah sayap kiri setempat.
Perhatian ke negara Eropa ini menjadi pertimbangan penting bagi Bapa Paus. Resiko kehilangan tradisi dan iman Kristiani, problem sekularisasi, serta banyaknya kontroversi antara pihak Gereja dan pemerintah dan problem gaya hidup modern menjadi faktor-faktor penting untuk dipikirkan. Maka diharapakan WYD berikutnya akan memberikan kontribusi besar bagi masyarakat dan dunia serta penduduk negara Spanyol yang 80% Katolik ini.
Dipilihnya Madrid sebagai host WYD adalah kesempatan kedua bagi Spanyol sebagai tuan rumah, dimana sebelumnya kota Santiago de Compostela telah menyelenggarakan WYD tahun 1989.
Okelah teman-teman, kota manapun yang terpilih sebagai host WYD kiranya nggak jadi masalah penting buat kita, justru yang penting adalah kita berdoa semoga kaum muda Katolik Indonesia berkembang secara sporadis (I really hope it so much! kapan, ya?) dan perekonomian negara kita semakin membaik sehingga jujur aja nggak cukup hanya iman, fisik yang perlu dipersiapkan tapi kalo nggak ada duit kan nggak bakalan nyampe ke Spanyol, ya (hehe…!!!). Oke sampai ketemu di WYD berikutnya di Madrid, Spanyol 15 – 21 Agustus 2011. Bravo!!!
Filed under World Youth Day'08 | Comment (0)Yang tersisa dari World Youth Day’08
![]() |
Sudah menjadi kebiasaan untuk Sydney bahwa setelah berakhirnya sebuah acara akan ada sebuah poll jajak pendapat tentang kegiatan tersebut. Survey biasanya dilakukan oleh lembaga independen yang bertujuan untuk membangun city of Sydney menjadi City of Celebration (yel yel terbaru dari kota Sydney) sekaligus evaluasi pelaksanaan kegiatan dimasa mendatang. Polling dilakukan oleh masyarakat Sydney secara keseluruhan. Dalam hal ini meskipun pelaksanaan World Youth Day merupakan ‘milik’ kaum Katolik namun perlu digarisbawahi juga bahwa City of Sydney bukanlah City of Catholic sehingga keterlibatan kaum non-Katolik dalam hal inipun juga perlu dilihat.
Dan kesimpulan hasil jajak pendapat yang dilakukan oleh Galaxy Research tentang World Youth Day menunjukkan bahwa Sydney jatuh cinta pada World Youth Day.
Polling dilakukan kepada 500 warga Sydney dan berikut adalah hasilnya;
- Menurut anda, apakah WYD adalah sesuatu yang baik atau jelek utuk Sydney?
Sesuatu yang baik 71%
Sesuatu yang jelek 12%
Tidak menjawab 17%
- Dibandingkan dengan gambaran anda sebelum pelaksanaan WYD , bagaimana anda menjelaskan ketidaknyamanan dengan menbanyak pilgrim yang datang?
Tidak seburuk yang dikira 54%
Seperti yang diperkirakan 34%
Lebih buruk dari yang diperkirakan 12%
- Menurut anda, panitia WYD apakah melakukan pekerjaan dengan bagus atau jelek?
Bekerja Bagus 78%
Bekerja Jelek 9%
Tidak menjawab 13%
- Apakah anda setuju bahwa adalah sangat bagus melhat banyak anak muda bergembira tanpa menciptakan keributan?
Setuju 81%
Tidak Setuju 6%
Tidakmenjawab 13%
- Apakah Anda setuju Sydney mengajukan diri lagi untuk menjadi host WYD dimasa mendatang?
Setuju 51%
Tidak setuju 26%
Tidak menjawab 23%
Detail polling ini bisa dilihat di http://www.news.com.au/dailytelegraph/story/0,,24066422-5001021,00.html
Tahukah anda berapa harga Tas Pilgrim dijual sesudah WYD?
![]() |
Iseng iseng saya coba ketikkan World Youth Day di ebay dan hasilnya sungguh mencengangkan. Karena harga tas backpack Pilgrim (new, berikut accessories didalamnya) mencapai lebih dari $142!!
entah apa motifnya ya, tapi banyak juga ternyata dari rekan rekan kita yang tidak mendapat back pack (atau tidak ikut WYD) ini ingin memilikinya. Mungkin semacam memorabilia buat mereka.
![]() |
Tertarik dengan official Sling tas volunteer saya coba nge-bid. Orang pertama jadinya cuman kena $0.99 tapi malam ini pulang kerja saya lihat angkanya sudah jauh sekali, sudah mencapai $26 (padahal listingnya baru berakhir 5d 23h 16m (5 hari lagi, 23 jam dan 16 menit berikutnya) hahaha .. jadi ya nggak usahlah diterusin karena jatuhnya pasti diatas $50an.
Sedikit kecewa juga kemaren tidak jadi apply untuk jadi volunteernya WYD (ijin cuti keluar belakangan ). Karena memang dibuka kesempatan buat semua warga Sydney siapapun orangnya untuk menjadi volunteer di WYD’08, dan yang pasti selain kesempatan untuk dapat melihat Paus dari dekat (jika kebetulan ditempatkan di area inti pelaksanaan WYD) juga dapat kaos, jaket, topi, etc merchandise yang asik lah. But blessing in disguisenya kalau saya jadi volunteer nanti malah gak bisa kasih informasi ke rekan rekan semua ya ![]()
Tapi lumayan, mengobati kekecewaan hari ini menang nge-id di ebay untuk VIP cardnya McDonald WYD dan menang di angka $0.99 (saya satu satunya bidder) hehehe .. lumayanlah bisa beli 1 bic mac dapat 2 cheesburger
, anak saya perempuan suka dengan roti ini.
![]() |
Gaya Para Biarawan di WYD
Kalo kemarin saya sempet posting tentang seragamnya pilgrim yang unik-unik, sekarang saya kasih tau tentang “gaya”nya para biarawan selama WYD. Coba lihat foto-foto ini, jangan kaget kalo banyak pastur yang muda, keren2 dan cakep2 (hehehe…)


Indahnya Semangat Para Pilgrim World Youth Day


Pengin rasanya saya menggarisbawahi tentang kesan saya terhadap semua pilgrim internasional ini. Yaitu semangat keKatolikan dan kebersamaan yang tiada bandingnya dan LUAR BIASA. Sungguh-sungguh ini adalah sebuah refleksi dan hiburan yang membukakan mata saya; betapa semangat Mudika Indonesia (menurut saya) tidak bisa dibandingkan dengan mereka. Bayangkan tho, dari 3 hari sebelum WYD dimulai dan beberapa dari mereka mulai berdatangan; mereka sudah melakukan aktifitas grup secara bersama. Saya lihat para pilgrim dari negara Afrika berkumpul di depan stan
Merchandise di Hyde Park, melakukan ibadat sabda di tengah-tengah kerumunan orang lain disekitarnya. Yang lainnya, bergerombol satu grup dengan romo masing-masing berdoa dan melakukan perenungan bersama-sama. Dalam perjalanan kereta sepulang dari kerja dan bertemu dengan para pilgrim dari Spain dan German (kendati gak bisa bahasa Inggris & Australia bukan negara mereka), mereka memekakkan “Halleluya”, joget-joget dan menyanyi lagu pujian dengan penuh euphoria, tanpa takut atau malu-malu. Pikir saya, “Edeeeean tenan” udah bikin saya shock waktu itu. Namun keterkejutan ini gak berakhir sampai disitu karena setelah mengikuti serangkaian acara WYD dan bertemu dengan para pilgrim dari negara-negara laen ternyata mereka sama
“gilanya”, gila akan kegembiraan- gila menunjukkan jati diri keKatolikan, gila menunjukkan
semangat pilgrim (peziarahan) dan sekaligus gila menunjukkan keeksisan anak muda Katolik negaranya.
Mereka datang dengan seragam yang unik spt. Italy dengan topi hangat dan ponco biru handuk (kreatif nih&keliatan kontingen paling siap dengan cuaca dingin), Jerman dengan topi yang dibordir khusus bendera negaranya, cewek-cewek Polandia siap dengan gaun tradisional mereka plus rangkaian bunga-bunga di kepala, Amerika dengan topi kerucut bermotif bendera amerika, dan mereka sudah mempersiapkan diri dengan loudspeaker, gitar, kendang, icik-icik (bhs indo-nya apa, ya? Hehehe…), tak lupa yel-yel… yang terakhir ini seru, mereka saling meneriakkan yel masing-masing… kaya orang Australia sendiri pake yel-yel sejak jaman Olympiade “Oz…oz…oz… oi…oi…oi…”
Bisa kebayang, kan… betapa serunya mereka!!!
Tapi kemanakah suara kontingen Indonesia? Mudika Indonesia adem-ayem aja keliatannya, apa mungkin begitu kedinginan dengan cuaca winter di Sydney? Kayaknya ini harus jadi catatan bagi Mudika Indonesia sekaligus untuk mempersiapkan diri untuk WYD 2011; bahwa kebersamaan dan kekompakkan ini penting sekali dan tunjukkan keeksisan kalian di arena internasional begini. Penting kiranya mempergunakan kesempatan WYD ini untuk berkenalan dengan banyak kawan di negara laen (meski saya liat udah beberapa pilgrim indo berkenalan dengan pilgrim Philipina). Dan sesuai tema WYD tahun ini You will receive power when the Holy Spirit comes upon you; and you will be my witnesses. (Acts1:8), semangatnya harus ditularkan kepada temen-temen yang belum sempet hadir di WYD kemarin, ya?
Misa Penutupan Kontingen Indonesia



Dari judulnya sebetulnya misa penutupan ini ditujukan untuk kebersamaan orang Indo di Sydney (CIC) dengan kontingen Indonesia WYD 2008, namun sayangnya menurut info Pak Edy (Salatiga) seusai final mass bersama Pope, mereka pada nyasar gak ketemu gereja OHSL Randwick maka mereka memutuskan untuk kembali ke peristirahatan masing-masing, sehingga hanya sebagian kecil saja dari mereka yang hadir dalam misa penutupan ini.
Misa penutupan ini dipimpin oleh para uskup dengan Mgr. Situmorang selaku celebrant utama, dimulai pukul 06.30 pm dan berlangsung lancar. Menjelang akhir misa, Romo Ho Tombokan selaku koordinator utama WYD untuk kontingen Indonesia menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat; pak Konjen dan staff pemerintah Indonesia di Sydney, para volunteer, panitia, para uskup, romo, suster yang hadir, seluruh umat yang membantu dan tak lupa selamat jalan kepada para pilgrim Indonesia yang akan pulang satu per satu mulai hari ini. Dalam kesempatan ini, bapak uskup Hilarius & bapak uskup Situmorang ikut ngomong tentang hebatnya misa penutupan di pacuan kuda (hehe…), dan memberikan pesan kepada seluruh pilgrim bahwa Holy Spirit yang sudah tertatam di hati kita harus terus dipelihari dan jangan sampai padam semangatnya hingga world youth day berikutnya dan jadilah My Witnessess, sesuai tema WYD kali ini. Pak Sudarmoyo, selaku Konjen juga memberikan proficiat untuk kontinen Indonesia dan kelancaran seluruh acara. Romo Jhon selaku romo yang sibuk dan aktif sejak setahun sebelum WYD dimulai, merasakan sedikit kekecewaan karena Bapa Suci Paus Benediktus sama sekali tidak menyinggung tentang gereja Asia, karena dalam setiap homili dan misa, beliau hanya menyampaikannya dalam bahasa Inggris, Italia, Perancis, dan Spanyol, ikut berbangga hati dengan WYD ini.




Dan diakhir misa, Romo Ho menjanjikan pembagian nasi goreng dengan 1 orang dapet 3 box plus water, siiiiiiiiip, nggak?

Filed under World Youth Day'08 | Comment (0)
Misa Penutupan Yang Megah
![]() |
Bertempat di Randwick Horse Racing, final mass bersama Paus Benediktus XVI diselenggarakan dengan sukses. Para pilgrimage memang sudah siap berada di tempat, karena sebelumnya mereka berjaga-jaga (evening vigil with Pope) dan sleeping under stars di tempat yang sama. Suasana Randwick Horse Racing udah full dipenuhi umat sehingga para visitor seperti saya & keluarga nggak diijinkan masuk ke arena, tapi hanya puas nonton misa melalui layar lebar di Centennial Park.
Final Mass ini adalah misa yang terbesar yang pernah diselenggarakan di Sydney. Dari serangkaian acara misa ini salah satu favorit saya adalah orkestra raksasa dengan paduan suara yang hebat dan 2 solis bersuara sopran yang menggema (bikin bulu kuduk saya merinding juga) bikin suasana misa betul-betul terkondisi sebagai misa internasional dengan sempurna. Videonya bisa kalian saksikan disini



Dalam misa penutupan kemarin, berikut data yang dihimpun oleh Reuters:
- dihadiri lebih dari 300.000 pilgrimage, 3000 pastur, 420 uskup, 26 kardinal
- pembagian komuni ke ribuan umat menggunakan 600 piala, 1300 cawan yang masing-masing beriisi 250 hosti
- para pilgrim berasal dari 170 negara dan doa umat dibawakan dalam 6 bahasa yaitu, english, jerman, sudan, polandia, vietnam, dan arab
- ada 24 orang (12 perempuan dan 12 laki-laki) yang beruntung terpilih dan dibaptis oleh Paus sendiri dan mereka berasal dari dari europe, asia, afrika, amerika utara, amerika selatan, dan oceania
- lebih dari 165 konser digelar dari mulai musik religius hingga heavy metal, jazz, rap
- Gereja Katolik seluruh dunia memiliki 1,1 milyard umat dengan 5 juta diantaranya penduduk Australia, tetapi hanya kurang dari 1 juta umat yang selalu menghadiri misa setiap minggunya dan jumlah tersebut katanya udah menurun lagi hingga 100.000 dalam 5 tahun terakhir ini
- Paus mengumumkan bahwa kota yang terpilih untuk WYD berikutnya, WYD 2011, yaitu Madrid, Spanyol
Sekilas Kontingen Indonesia di WYD’08
Berhubung kontingen Indonesia termasuk banyak (ada 1000 an orang lebih) dan menyebar kemana-mana dan berasal dari pengelompokkan yang berbeda-beda maka sori banget nggak bisa kasih kabar selengkapnya. Beberapa diantara mereka yang sempet saya temui adalah temen2 dari Jakarta, Surabaya, Jogja, Merauke, Denpasar, Salatiga, Semarang, Malang, Papua, temen2 Indo dari Singapore & Melbourne. Mereka berangkat ke Sydney dengan jadwal penerbangan dan pengelompokkan yang berbeda-beda, bahkan untuk mengambil foto lengkap satu grup aja juga susah. Berikut beberapa foto yang sempet terekam kamera :






termasuk beberapa foto para uskup & romo yang terlibat di WYD (sori, gak komplit)


Pilgrim Walk WYD’08
Sekitar lima menit yang lalu saya baru saja pulang dari mengikuti pilgrim walk through Harbour Bridge. Seperti judulnya, rekan rekan peziarah melakukan perjalanan lebih dari 9 km, melalui jalan protokol yang hari ini ditutup ditengah kota Sydney, khusus untuk para Pilgrim, ratusan ribu orang bercampur menjadi satu, menyanyi, berdansa sepanjang jalan kota. Sydney sungguh menjadi kota para Pilgrim. Icon kota Sydney – Harbour Bridge – ditutup untuk umum. Dan hanya para Pilgrim yang bisa berjalan ditengahnya. Cuaca yang cerah sangat mendukung berlangsungnya acara ini.
Sayangnya kedua anak terlalu letih untuk bisa melanjutkan perjalanan sampai di Randwick, jadi terpaksa berhenti di Darling Harbour – bersama rekan yang lain yang juga beristirahat untuk makan. Malam ini para Pilgrim akan sleep under the Sky di Randwick Racecourse (Tempat Pacuan Kuda yang disulap menjadi tempat Misa terakhir berlangsung), sebelum nanti sore Bapa Paus akan ikut berjaga jaga dengan mereka, dan mengadakan misa besok pagi untuk penutupan World Youth Day ‘08.
Berikut gambar hari ini;


















tak lupa sekilas rekam kamera untuk acara ini;
Station of Cross / Jalan Salib WYD’08
Station of the cross WYD’08 atau dalam bahasa indonesia jalan salib sore kemarin terlaksana dengan indahnya. Hingga menjelang malam, kota Sydney seolah ikut terdiam menyaksikan jalannya prosesi jalan salib yang dilakukan oleh rekan rekan kaum muda Katolik dari Sydney.
Prosesi dimulai dari Gereja Katedral St. Mary menyusuri Domain, Art Gallery, Opera house, dilanjutkan Yesus memanggul salib lewat kapal ke Darling Harbour, hingga acara penyaliban di Barangaroo.
Yesus diperagakan oleh rekan Alfio Stutio, 27 yang dalam pembawaannya sungguh sungguh sangat menghayati peran Yesus. Didera dinginnya kota Sydney yang saat ini berada di angka 13 derajat, dengan pakaian ala kadarnya jaman tempo doeloe bahkan melepas baju untuk disalib yang kurang lebih 3 jam prosesi.
Terdapat 13 perhentian namun rekan-rekan kaum muda dihimbau untuk tidak mengikuti actor-nya karena perjalanan yang dilalui lumayan jauh dan memang disetiap perhentian dipasang panggung dengan 2 tv raksasa, sehingga umat tetap bisa mengikuti dengan khidmat jalannya prosesi. Paus sendiri mengikuti jalannya Jalan Salib di Crypt di St. Mary Cathedral. Beliau hanya keluar pada saat awal prosesi Jalan Salib, dimana massa yang menunggunya bertepuk tangan riuh rendah melihat penampilannya.
Setelah menimbang nimbang mau kemana kami melihat jalan salib, akhirnya kami memilih menunggu di perhentian ke 2, yang suasananya .. silakan lihat photo berikut ini.
begini bentuknya sebelum acara dimulai;

















Santo Santa Pelindung WYD 2008
WYD punya tradisi dimana 10 orang santo santa serta orang-orang suci, dipilih dan dengan persetujuan Vatican, diresmikan sebagai pelindung-pelindung WYD. Inilah dia orang-orang pilihan tersebut.
![]() |
Our Lady of the Southern Cross, Penolong Orang-Orang Kristen
Bunda Maria, yang adalah perawan dan ibu menjadi contoh sempurna buat semua orang. Beliau menjawab panggilan terbesar dari Tuhan sebagai remaja, dan meneruskan panggilan itu meskipun dalam keadaan-keadaan tersulit. Beliau juga pelindung Australia, dengan status ‘Penolong Orang-Orang Kristen’.
![]() |
Pier Giorgio Frassati yang terberkati (1901-1925)
Pier Giorgio dikenal sebagai olahragawan dan aktifis lingkungan yang jenaka dan murah hati. Dia sangat aktif membantu kaum miskin dan sakit, tanpa sepengetahuan keluarganya. Orang-orang yang dibantunya juga hanya tahu bahwa dia dari Yayasan Santo Vinsensius, yang dia ikuti sejak umur 17 tahun. Ia meninggal pada umur 24 tahun karena polio yang didapatnya saat membantu salah satu keluarga miskin dan sakit. Ribuan orang datang untuk berkabung di pemakamannya. Mereka semua terkejut saat sadar bahwa pemuda yang baik dan rendah hati itu sebenarnya anak dari seorang duta besar Italy di Jerman. Keluarganya juga kaget saat tahu kegiatan-kegiatan sosial Pier Giorgio, yang juga aktif dalam organisasi sekolah, menentang fasisme, dan mendirikan surat kabar harian.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan WYD 2008 di Sydney maka pihak Gereja memberikan sesuatu yang istimewa untuk para pilgrimage yaitu kehadiran tubuh Blessed Pier Giorgio Frassati yang telah diawetkan dan disemayamkan dalam peti selama 24 tahun, dan diletakkan di dalam Gereja St Mary Catedral sejak 11 Juli yang lalu. Sejak kedatangannya nampak tidak hentinya arus pengunjung umat untuk datang dan berdoa di depan peti beliau yang terberkati ini.
![]() |
Mary MacKillop yang terberkati (1842-1909)
Mary MacKillop adalah penolong kaum miskin dan kaum muda yang tak terpelajar. Dia pendiri Kongregasi Suster-Suster Santo Yosef yang misinya untuk memenuhi semua kebutuhan orang banyak dengan kemurahan hati Kristus. Pada tahun 1995, sewaktu di Sydney, Paus Yohanes Paulus II memulai proses pelantikannya menjadi Santa Gereja.
![]() |
St. Peter Chanel (1803-1841)
Peter Chanel adalah pastur misionaris Perancis yang menjadi martir di Pulau Wallis dan Futura di Kepulauan Oceania, yang penduduknya masih kanibal, banyak perang antar suku, dan mempunyai kepercayaan memuja roh-roh jahat dengan mempersembahkan rasa takut. Dia akhirnya disiksa dan dibunuh dengan kampak di kepalanya. Jenasahnya dibawa kembali ke Perancis dan Roma lewat Australia dan sempat disemayamkan di Villa Maria di Hunters Hill selama dua minggu.
![]() |
St. Maria Goretti (1890-1902)
Pada umur 11 tahun, Maria Goretti membela kesuciannya dihadapan seorang kenalan keluarganya, yang akhirnya membunuhnya dengan kejam. Meski begitu, Maria memaafkannya di saat-saat ajal menjelang. Kebaikan Maria pada akhir hidupnya itu berbuah dengan pertobatan kenalan keluarganya itu, yang diminta dibaptis menjadi Katolik. Anehnya, sewaktu upacara peresmiannya menjadi santa, pembunuhnya itu datang dan berdiri disisi ibunya Maria.
![]() |
Peter To Rot yang terberkati (1912-1945)
Peter To Rot adalah orang awam yang berkeluarga dari Papua New Guinea. Dia seorang katekis yang sangat cerdas dan peka. Dia dimartirkan pada umur 33 tahun saat jadi tawanan Jepang pada Perang Dunia II karena membela pernikahan seorang Katolik.
![]() |
Ibu Teresa dari Calcuta yang terberkati (1910-1997)
Dia membuktikan cinta lewat aksi pelayanannya untuk kaum terlantar dan kaum miskin. Dia mendirikan Missionary of Charity di tahun 1950, yang melayani kaum terlantar dan terbuang, dan menderita secara lahiriah dan batiniah karenanya.
![]() |
St. Faustina Kowalska (1905-1938)
Ia terpanggil masuk biara dari umur yang sangat muda, tetapi didesak oleh orang tuanya untuk tidak masuk biara pada umur 18 tahun. Faustina mendapat penampakan dari Tuhan yang sedang tersiksa dan Dia bertanya, “Berapa lama lagi aku akan tahan dengannya dan berapa lama lagi engkau akan mengabaikanKu?” Faustina akhirnya masuk biara Kongregasi Suster-Suster Santa Perawan Maria Berbelas Kasih pada umur 20 tahun.
Walau hidupnya dalam banyak aspek bisa dianggap biasa, dia berkomunikasi dekat dengan Tuhan dan Bunda Maria, dan mencatat percakapannya di buku hariannya, yang dicetak setelah kematiannya. Devosi Kerahiman Illahi didapat Gereja lewat St. Faustina, yang menjadi santa pertama yang dilantik di abad ke-21.
![]() |
St. Theresia dari Lisieux (1873-1897)
Pada umur 24 tahun, dia menjadi doktor Gereja termuda, dan pernah menjadi Santa pelindung Australia. Pada umur 15 tahun, Theresia ditolak oleh Kongregasi Suster-Suster Karmel waktu dia minta bergabung, tetapi dia sama sekali tidak patah semangat, malah pergi ke Roma untuk meminta ijin langsung pada Paus. Setahun kemudian, dia diperbolehkan menjadi suster. St. Theresia menganggap Tuhan sebagai Bapak yang lemah lembut dan senang akan tindakan kebaikan sekecil apapun juga. Dia mempunyai kepercayaan yang mendekati sempurna pada Tuhan, bahkan sampai rela mati demiNya.
![]() |
Pelayan Tuhan Yohanes Paulus II (1920-2005)
Pelayan Tuhan dan Ayah WYD, Paus Yohanes Paulus II pernah datang ke Australia di tahun 1986 dan 1995. Sampai sekarang dia tetap menjadi inspirasi khusus dan disayang oleh generasi muda, yang terus merasakan kehadirannya dan meminta pertolongannya di WYD’08. Paus Yohanes Paulus II dikenal dan diingat atas keyakinannya dan pengabdiannya untuk kaum muda, tindakannya dalam menentang kekerasan dari golongan komunis, dan bantuannya dalam pembentukan kembali dunia.
Sumber: Buku Panduan WYD ‘08
Filed under World Youth Day'08 | Comment (0)

















